Pasien Covid-19 di Garut Disarankan Dirujuk ke RSHS Bandung

Daerah

Sabtu, 4 April 2020 | 13:37 WIB

200404130849-pasie.JPG

Agus Somantri

Memo Hermawan (tengah).

SATU lagi warga Kabupaten Garut dilaporkan terinfeksi virus corona atau Covid-19. Namun selama ini, pasien tersebut hanya menjalani isolasi mandiri dengan melakukan perawatan di rumah.

Terkait hal tersebut, anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi IV pun, Memo Hermawan, angkat bicara. Ia menyarankan, sebaiknya pasien positif corona itu langsung dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Memo menyebutkan, usulan agar pasien positif (corona) itu dibawa ke RSHS Bandung bukannya tanpa alasan. Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil monitoring yang telah dilakukannya selama beberapa hari ini di Garut.

"Dari hasil monitoring yang sudah saya lakukan, ternyata di Garut masih terdapat sejumlah kendala dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 ini. Sehingga saya menyarankan agar pasien positif (corona) ini langsung saja dikirim ke Bandung (RSHS)," ujarnya, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Memo, meskipun RSUD dr Slamet Garut sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19, kondisinya masih jauh dari harapan. Pasalnya tidak ditunjang dengan peralatan-peralatan yang memadai.

Ia mencontohkan, di RSUD dr Slamet Garut masih sering terjadi kekurangan APD (alat pelindung diri) bagi paramedis yang melakukan penanganan terhadap pasien. ehingga, kata dia, hal itu akan sangat berisiko bagi paramedis itu sendiri karena rentan tertular dari pasien yang ditanganinya.

"Selain APD, RSUD dr Slamet juga masih kekurangan tenaga medis untuk penanganan Covid-19. Di sisi lain, angka kasus dugaan Covid-19 di Kabupaten Garut cenderung meningkat setiap harinya," ucapnya.

Memo menuturkan, pihaknya juga mendapatkan data jika paramedis di Garut, termasuk di RSUD dr Slamet yang nota bene merupakan rumah sakit rujukan untuk wilayah Priangan Timur, masih banyak yang belum menjalani rapid test.

"Padahal rapid test untuk para medis ini harusnya diprioritaskan, mengingat tingkat kerawanan tertularnya (Covid-19) yang sangat tinggi," katanya.

Berdasarkan alasan-alasan itulah, Memo menilai jika RSUD dr Slamet Garut masih belum siap untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, apalagi untuk wilayah Priangan Timur.

"Jadi agar mendapatkan penanganan lebih baik, jika ada pasien positif Covid-19 di Garut, maka sebaiknya langsung saja dikirim ke RSHS Bandung," tandas Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jawa Barat itu.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR