Keterlaluan, Kepala Kampung Ini Malah Dianiaya Usai Sosialisasikan Bahaya Covid-19

Nasional

Sabtu, 4 April 2020 | 12:30 WIB

200404122751-keter.jpg

net

ilustrasi

KEPALA Kampung Koto Rawang, Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dianiaya usai melakukan kegiatan sosialisasi bahaya virus corona jenis baru atau Covid-19, Jumat (3/4/2020).

"Kepala Kampung Koto Rawang, Baktiar Buyung mengalami luka lebam di bagian mata dan jempol tangannya terkilir akibat penganiayaan tersebut," kata Wali Nagari Lakitan Timur, Amril di Lengayang, Pesisir Selatan, Sabtu (4/4/2020).

Amril menambahkan, Baktiar saat ini telah dirawat di Puskesmas Kambang. Penganiayaan itu bermula ketika Baktiar Buyung menyosialisasikan bahaya Covid-19 ke salah satu warung di kampung setempat.

Sesampainya di warung yang dimaksud, ia melihat sekelompok remaja tengah bermain domino sambil merokok. Baktiar kemudian menegur serta mengarahkan agar mereka pulang dan tidak lagi mengulang perbuatan itu.

Berikutnya ia melanjutkan sosialisasi ke warung lainnya. Tidak berapa lama di lokasi, istri dari pemilik warung pertama mendatanginya sambil meluapkan kekecewaan pada kepala kampung itu.

Setelah merasa puas, dia pun pergi sembari mengaku akan melaporkan perbuatan Baktiar kepada paman para remaja yang telah dibubarkan.

Baktiar pun melanjutkan sosialisasi ke sejumlah warung, dan rumah warga hingga menjelang sore. Sesampai di kediamannya, pria berinisial E (55) datang dan meminta Baktiar segera ke warung tempat ia membubarkan para remaja.

Setibanya di warung yang dimaksud, E langsung menganiaya Baktiar yang dinilai telah berbuat tidak patut pada keponakannya.

"Karena kondisi Baktiar terlihat lemas usai kejadian kami pun langsung melarikan yang bersangkutan ke Puskesmas Kambang, dan kejadian ini juga sudah kami laporkan ke Polsek Lengayang," terang Amril.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pesisir Selatan, Rinaldi menyebut pemerintah kabupaten setempat memperkuat lagi sosialisasi bahaya Covid-19 terhitung sejak kemarin Kamis (2/4/2020) hingga sepekan kedepan.

Hal tersebut dituangkan dalam surat dengan nomor : 130/574/KSB-Pol/IV/2020, salah satu poinnya ialah mendorong peran camat dan forkompinca bersama aparatur nagari untuk memperkuat sosialisasi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR