Ribuan Kiai di Jabar Diusulkan Ikuti Tes Covid-19

Bandung Raya

Sabtu, 4 April 2020 | 11:40 WIB

200404112949-ribua.jpeg

Humas Pemprov Jabar

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana menggelar tes Covid-19 bagi 5.000 kiai di Jabar. Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kuota yang diberikan tersebut akan segera dilakukan verifikasi ke kiai yang berada di daerah melalui himpunan, forum hingga organisasi masyarakat islam.

Menurut Uu, pemuka agama masuk dalam kategori kelompok B setara dengan Forkopimda dan anggota dewan yang sering berinteraksi langsung dengan masyarakat. Terlebih, kiai kerap bertemu jemaah dan santri dalam jumlah banyak.

"Di pesantren pun berbentuk klaster, dimana kiai sebagai tokoh sebagai ulama yang kharismatik, banyak dikunjungi jemaah umat para santri bahkan kalau datang salam cium tangan dan lainnya. Kiai ini juga dikategorikan kelompok B, sama seperti Forkopimda, anggota dewan yang sering berinteraksi dengan masyarakat," terang Uu dilansir dari prfmnews.id, Sabtu (4/4/2020).

Mantan Bupati Tasikmalaya ini menegaskan, tak hanya kiai yang akan dites Covid-19 ini. Nantinya pada tahapan berikutnya, pemuka agama dari kepercayaan yang ada di Jabar pun akan dites.

"Bukan hanya kiai, kelompok dan tokoh agama pun akan kami lakukan. Kenapa sekarang pada kiai dulu? Karena memang mayoritas maka seperti itu. Tapi pada rohaniawan dari buddha, rohaniawan dari nasrani karena itu termasuk dalam kategori B yang banyak berinteraksi dengan orang maka akan kita lakukan. Sekarang bertahap, tapi tahapannya tidak terlalu lama," jelas dia.

Disamping itu, ia mengaku ada beberapa ulama yang tidak mau diperiksa karena takut dijauhi lingkungan sekitar. Namun, ia menegaskan bahwa tes ini dilakukan untuk kepetingan umat secara umum.

"Tetapi saat saya kontak ke kiai dengan telpon, ada beberapa kiai yang menolak. Tidak mau dengan alasan malu kalau ketahuan positif, nanti masyarakat menjauh dan yang lainnya. Saya katakan ini adalah kepentingan umat, kepentingan bersama. Apalagi yang kena virus ini kadang tidak ada tanda-tanda," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR