Perantau Asal Solo, Nekat Mudik Akan Dijemput dan Dikarantina 14 Hari

Nasional

Jumat, 3 April 2020 | 17:54 WIB

200403175649-peran.jpg

Sebanyak 5 armada bus BST siap menjemput dan mengantar warga Kota Solo di perantauan yang nekat mudik lebaran ke tempat karantina 

ANCAMAN Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang akan mengarantina warga Kota Solo di perantauan yang nekat mudik lebaran bukan isapan jempol. Setelah mempersiapkan tiga lokasi karantina, yaitu bekas rumah bangsawan Keraton Surakarta, di NDalem Djojokusuman, bekas rumah sitaan KPK dari mantan Kakorlantas Polri, Ndalem Priyosuhartan dan di Graha Wisata Niaga Sriwedari, Jumat (3/4/2020), Wali Kota Solo langsung menyiapkan lima armada bus untuk menjemput pemudik di lima tempat kedatangan. 

Kelima armada bus Batik Solo Trans (BST) tersebut, akan ditempatkan di Stasiun Solo Balapan, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Purwosari, Terminal Tirtonadi dan Bandara Internasional Adi Soemarmo. Para perantau dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang tiba di lima tempat kedatangan, akan langsung diangkut menggunakan bus tersebut ke lokasi karantina. 

"Kita sudah berkoordinasi dengan para kepala stasiun, kepala terminal dan kepala Bandara Adi Soemarno, untuk mendapatkan data penumpang yang ber-KTP Solo. Sebanyak lima bus yang kita siapkan di lokasi kedatangan pemudik, untuk menjemput mereka yang nekat mudik ke Solo. Pemudik yang ber-KTP Solo akan dijemput dan langsung dikarantina selama 14 hari," kata Hadi Rudyatmo kepada wartawan, seusai meluncurkan armada bus di pelataran Balai Kota Solo. 

Menyinggung kapasitas tempat karantina pemudik, Wali Kota Solo menyebutkan, gedung Graha Wisata Niaga berlantai dua di kawasan Sriwedari, Jl. Slamet Riyadi, jantung Kota Solo, mampu menampung 200-an orang. Sedangkan daya tampung Ndalem Djojokusuman untuk 70 orang dan Ndalem Priyosuhartan sekitar 29 orang. 

"Pemudik kita karantina selama 14 hari di sana. Kalau ada pemudik yang akan melakukan karantina mandiri, silakan menginap di hotel selama 14 hari, dengan syarat mereka tetap dalam pengawasan Pemkot Solo," jelasnya. 

Menurut Wali Kota Solo, semua bus yang disiapkan untuk menjemput para pemudik telah disemprot disinfektan dan dilengkapi masker maupun  hand sanitizer. Para pemudik yang dijemput harus mengikuti protokol kesehatan, yaitu cuci tangan, mengenakan masker dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak duduk atau physical distancing. 

Hadi Rudyatmo menegaskan, kebijakan karantina bagi pemudik tersebut sebagai upaya Pemkot Solo memutus rantai penyebaran Covid 19 si Kota Solo. Sebelum pemudik pulang ke rumah masing-masing dan bertemu dengan anggota keluarganya, harus dipastikan aman dari Covid 19 dengan menjalani karantina 14 hari.

"Kepala Dinas Kesehatan bersama  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan membuatkan standar operasional prosedur atau SOP penjemputan, yang akan kita sampaikan ke kepala terminal, kepala stasiun maupun kepala Bandara," sambungnya. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menambahkan, selama karantina 14 hari, warga yang berstatus ODP maupun pemudik akan dipantau kondisi kesehatannya. Pemantauan dilakukan tim gabungan, terdiri dari Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dinas Sosial (Dinsos), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan TNI/Polri.

"Tempat karantina tersebut kita siapkan bagi warga (ODP) dan pemudik yang memang tidak bisa melakukan karantina mandiri. Pemkot Solo hanya memfasilitasi agar penyebaran Covid 19 terkendali," ujar Ahyani.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR