Dishub Jabar Kampanyekan "Tidak Mudik-Tidak Piknik"

Bandung Raya

Jumat, 3 April 2020 | 15:19 WIB

200403151926-dishu.jpg

prfmnews

Kepala Dishub Jabar Hery Antasari

TAK ada larangan resmi terkait mudik dan piknik sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 dari pemerintah pusat. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya bisa mengimbau warga diperantauan, terutama dari Jakarta dan Bodebek (Bogor Depok Bekasi) untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari mengatakan, pemerintah pusat memang tidak mengeluarkan larangan untuk mudik. Yang ada hanya imbauan secara masif.

"Ya sudah, sejalan dengan apa yang kita canangkan semingguan yang lalu, kita kampanye tidak mudik dan tidak piknik. Meskipun sebetulnya kami ingin (mudik) dilarang saja. Mungkin ada pertimbangan lebih besar kepentingan negara dari segala sisi, mungkin ya, kita ikuti," tutur Hery, Jumat (3/4/2020).

Diakui Hery, persiapan di lapangan sudah ada bahkan siap dilaksanakan. Bedanya dengan rutinitas tahunan, pada tahun ini persiapan mudik datang lebih awal.

"Kalau dari sisi mudik ini hal yang positif karena akan lebih mudah mengatur karena waktunya panjang. Tapi dari sisi negatif, mental dan kesiapan anggaran, administrasi dan sebagainya itu disiapkan H-7 dan H+7. Sekarang ditarik, katakanlah H-30 atau 40 ada ekstra efforts," jelasnya seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

Meski demikian pihaknya sudah siap dengan kepolisian sepanjang tidak diwajibkan menyiapkan posko-posko lebih awal. Pasalnya pendirian posko berpengaruh karena posko itu ada durasi waktunya.

"Tapi di lapangan penebalan siap, apalagi dikaitkan dengan isu Covid-19 karena nanti harus ada ekstra penanganan. Ada pengecekan ekstra dan skrining dan sebagainya. Itu saja hal-hal seperti itu ada relawan dan lain-lain," kata Hery.

Terkait persiapan pengaturan arus, kata dia, tidak ada yang istimewa. Pihaknya sudah biasa melakukan hal itu, terlebih berpikir jumlah pemudik kemungkinan berkurang.

"Menurut analisis memang berkurang banyak sebagian mengikuti imbauan pemerintah. Mudah-mudahan (berkurang) di bawah 50 persen, di bawah 20 persen ya mudah-mudahan benar. Tapi kesiapan kita di lapangan kita asumsikan seolah-olah akan ada puluhan juta pemudik yang melintasi Jabar bersumber dari bodebek dan ke Jabar," terangnya.

Di sisi lain, pihaknya sudah menggelar rapat angkutan lebaran meski mudik gratis telah ditiadakan. Selain itu menyiapkan juga personel dan melakukan pemeriksaan terminal, stasiun maupun bandara sudah mulai. "Ini in line sama pemerintah (pusat)," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar mengeluarkan maklumat untuk tidak mudik dan tidak piknik kepada seluruh warga Jawa Barat. Maklumat ini dikeluarkan melalui Surat Edaran No. 360/49/Dishub ditujukan kepada para bupati dan wali kota di Jawa Barat.

Menurut Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, maklumat ini dikeluarkan dengan tujuan agar penyebaran virus korona (Covid-19) di Jawa Barat tidak semakin meluas, yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dampak psikologis di masyarakat serta berpotensi mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR