Kurang Sepakat Pembebasan Napi, Pengamat Ini Sebut Lapas Lebih Higienis dari Ancaman Virus Corona

Nasional

Jumat, 3 April 2020 | 14:45 WIB

200403144547-kuran.JPG

Darma Legi

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menyemprotkan cairan disinfektan di Lapas Perempuan Kelas 2, di Jln. Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (23/3/2020). Menkumham telah menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

SEKITAR 30.000 narapisana dewasa dan anak akan keluar penjara lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Hal itu tak lepas dari ancaman penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor: M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, yang ditandatangani Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly.

Dalam kepmen tersebut dijelaskan, salah satu pertimbangan dalam membebaskan para napi adalah tingginya tingkat hunian di lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan khusus anak, dan rumah tahanan negara sehingga rentan terhadap penyebaran virus Corona.

Namun, pengamat hukum pidana dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Karolus Kopong Medan, SH, MHum tak sepakat dengan alasan itu. Menurut dia, lapas justru lebih higienis dan lebih aman dari ancaman penyebaran Covid-19.

"Menurut saya, lapas merupakan tempat yang paling nyaman dan lebih higienis, ketimbang mereka berada di luar lapas yang belum tentu lebih nyaman dan higienis," kata Karolus Kopong Medan, di Kupang, Jumat (3/4/2020).

Menurut Kopong Medan, lapas merupakan tempat yang paling nyaman dan higienis. Pasalnya, lapas memiliki prosedur pelayanan yang sudah sangat bagus, termasuk mekanisme kunjungan orang luar ke dalam lapas.

Lagi pula, ujar dia, orang-orang yang saat ini sedang menjalani hukuman, bahkan sudah menjalani hukuman selama dua per tiga masa pidana, adalah orang-orang yang sesungguhnya sangat jauh dari penyebaran virus Corona.

"Biarkan saja mereka tetap berada di dalam lapas, ketimbang mereka berada di luar lapas yang belum tentu lebih nyaman dan higienis," katanya.

Apalagi saat ini hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah tergolong zona merah penyebaran virus Corona.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR