Presiden Trump Jalani Tes Kedua Covid-19, Setelah 15 Menit Begini Hasilnya

Dunia

Jumat, 3 April 2020 | 12:58 WIB

200403125819-presi.jpeg

dok

Presiden AS Donald Trump

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dirinya tetap negatif Covid-19 setelah menjalani tes kedua virus corona pada Kamis (2/4/2020). Tes menggunakan proses diagnosis terbaru yang mengeluarkan hasil cepat.

"Saya rasa saya melakukan tes ini betul-betul karena penasaran ingin mengetahui seberapa cepat prosesnya," kata Trump, yang juga mendapat hasil negatif pada tes yang dia jalankan bulan lalu setelah melakukan kontak dengan pejabat Brazil yang terpapar corona.

Pejabat Gedung Putih menjelaskan, Trump menjalani tes yang baru dirilis oleh perusahaan kesehatan asal AS, Abbott Laboratories. Hasilnya bisa keluar dalam waktu 15 menit atau bahkan kurang.

Di sisi lain, dengan kasus infeksi virus corona di AS yang semakin melonjak tinggi, angkanya kini melampaui 240.000 dan 6.000 lebih kasus berujung kematian, Trump menyebut masyarakat AS bisa menggunakan masker jika diperlukan.

"Jika masyarakat ingin menggunakan masker, silakan pakai," ujar Trump dalam temu media harian di Gedung Putih.

Salah satu anggota gugus tugas virus corona AS, dr. Deborah Birx, mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sedang memasukkan rekomendasi terkait masker dalam panduan perlindungan yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri.

Dia menyebut hal itu sangat penting agar masyarakat tidak mendapat keamanan semu dengan menganggap diri mereka sudah terlindungi dari virus hanya karena telah mengenakan masker, padahal ada banyak cara lain infeksi terjadi.

Sementara itu, masker pelindung bagi para tenaga medis akan dipasok ke kota New York, yang saat ini menjadi episentrum Covid-19 di AS dengan lebih dari 47.000 jumlah kasus terkonfirmasi positif.

Penasihat senior pemerintahan yang juga anggota gugus tugas virus corona, Jared Kushner, menyebut akan mengirimkan sebanyak 200.000 masker N-95 ke jaringan rumah sakit pemerintah di New York hingga bulan depan.

Sumber: Reuters

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR