APD Khusus Bagi Tenaga Medis Perawat Pasien Covid 19 Berbahan Baku Mantol

Nasional

Kamis, 2 April 2020 | 18:32 WIB

200402183350-apd-k.jpg

Tok Suwarto

Dosen FK-UNS, Dr. Darmawan bersama tim menunjukkan karya modifikasi APD SUNS Proque yang menggunakan bahan baku mantol.

MEWABAHNYA virus corona (Covid 19) ke seluruh dunia, memberi inspirasi terhadap dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK-UNS) Solo, Dr. Darmawan Ismail, Sp. BTKV (K), yang menciptakan alat pelindung diri (APD) dengan memanfaatkan bahan baku mantol atau jas hujan.

Sepasang jas hujan yang terdiri dari celana dan jas lengan panjang yang terbuat dari plastik, dimodifikasi menjadi APD yang bisa digunakan para tenaga kesehatan dalam menangani pasien pengidap penyakit menular. APD ciptaan Dr. Darmawan bersama timnya diberi nama Surgeons of UNS Protective Equipment disingkat SUNS Proque.

Dosen FK-UNS itu menjelaskan kepada wartawan, Kamis (2/4/2020), bahan utama mantol yang terdiri dari celana dan jas hujan terusan, berlengan panjang dan penutup kepala, dia modifikasi menggunakan bahan lain, seperti plastik mika transparan dan bando plastik, plastik box beserta  penutupnya, kassa penyaring air ukuran terkecil, spons halus dan lain-lain. Alat yang digunakan juga sederhana, berupa gunting, lem tembak plastik, dan ditambah air deterjen, potongan handscoen atau kertas plastik. 

“Alasan kami memilih bahan utama mantol, karena mantol ini bahannya tidak tembus air. Sehingga berfungsi efektif meminimalisir cairan masuk ke tubuh pemakainya. Cara membuatnya juga sangat mudah, butuh waktu sekitar satu jam untuk membuat sebuah APD,” ujarnya.

Dr. Darmawan memaparkan, APD tersebut didesain sedemikian rupa agar menutupi seluruh bagian tubuh pemakainya, termasuk tangan dan wajah. Sedang untuk meminimalkan airborne, dia membuat air filtrator yang dengan mudah dan praktis dapat diganti. 

"Jalur inspirasi dan ekspirasi relatif terpisah. Pada bagian tubuh atas dan seluruh bagian depan kepala tertutup rapat sehingga kedap udara. Ini bermanfaat untuk mencegah penempelan virus, yang berakibat terlemparnya dropler ke kulit wajah, rambut, mata, mulut dan hidung. Selain itu juga mencegah kemungkinan terhisapnya sumber infeksi dari area kerja," jelasnya. 

Secara lebih rinci, sambil menunjuk bagian demi bagian prototipe SUNS Proque, dosen FK-UNS itu menyebutkan, pada APD dilengkapi air filtrator menggunakan spons dan air deterjen. Dia menggunakan bahan penyaring udara spons, karena serabutnya padat dan tidak beraturan. Sehingga filtrasi lebih maksimal, dapat membantu kelembaban udara, membantu mengatur suhu dan memberi bau wangi. 

"Air filtrator berada di tengkuk supaya membelakangi lokasi kerja dan jauh dari sumber infeksi dan jauh dari hidung. Dengan begitu aman jika pemakainya disiram air deterjen atau bahan antiseptik," sambungnya. 

Dr. Darmawan menambahkan, APD ciptaannya didesain atas bawah, sehingga jika pemakaiannya ingin BAB atau BAK tidak perlu melepas seluruh pakaian. Di sisi dalam juga terdapat internal minifan yang membantu menghisap udara luar melalui air filtrator, sehingga pengguna lebih ringan saat inspirasi dan bisa tahan lebih lama memakainya. 

Sambil menyatakan, APD tersebut diciptakan untuk membantu tenaga medis khususnya pasien penyakit menular seperti Covid-19, menurutnya biaya pembuatan APD SUNS Proque per unit sebesar Rp 79.900. Namun, karena APD dilengkapi dengan powerbank, katanya lagi, biaya ditambah pembelian powerbank sekitar Rp100.000.

 

 


 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR