Genangan Air Mulai Surut, Hujan Malah Kembali Turun

Bandung Raya

Kamis, 2 April 2020 | 15:33 WIB

200402153349-genan.jpg

Engkos Kosasih

KAMIS (2/4/2020) siang, genangan air di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung mulai berangsur surut antara 20-200 centimeter. Sebelumnya, ketinggian muka air mencapai 300 cm, sehingga aktivitas warga di lokasi banjir pun lumpuh total.

Sama halnya di Kecamatan Rancaekek, Ciparay, Banjaran, Majalaya, Cangkuang, sudah mulai surut antara 10-120 cm. Namun memasuki pukul 14.30 WIB, di kawasan hulu Sungai Citarum Kecamatan Majalaya dan Pacet mulai turun hujan deras. Sehingga potensi genangan air akan bertambah seiring dengan bertambahnya debit air di Sungai Citarum.

Dampak banjir rutin akibat derasnya turun hujan dalam beberapa hari terakhir ini, menyebabkan sejumlah ruas jalan masih terputus. Di antaranya Jalan Andir-Katapang, Jalan Anggadiredja, Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkokot, Jalan Sapan Tegalluar, dan sejumlah ruas jalan yang ada di permukiman penduduk.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M Si., melalui Kasi Logistik Asep Machmud mengatakan, bencana banjir yang memasuki hari keempat, setelah diterjang banjir besar luapan Sungai Citarum dan anak-anak sungai tersebut, sebanyak 102.164 jiwa atau sekitar 31.646 kepala keluarga terdampak banjir.

"Sampai hari Kamis ini, sebanyak 1.291 kepala keluarga atau sekitar 3.702 jiwa korban banjir bertahan di pengungsian," kata Asep kepada galamedianews.com di Posko Banjir BPBD Baleendah.

Ia pun menjelaskan sebanyak 27.238 rumah, 32 fasos/fasum, 103 tempat ibadah dan 48 sekolah terendam banjir dalam beberapa hari terakhir ini.

"Dalam kondisi saat ini, kita tetap menerapkan SOP (standar operasional pelayanan) terhadap para pengungsi korban banjir yang menempati sejumlah tempat pengungsian. Setiap hari kita melaksanakan penyemprotan disinfektan dan memberikan masker kepada para pengungsi, selain para pengungsi untuk tetap menjaga jarak dan jangan sampai berkerumun untuk mencegah penularan wabah virus corona," tutur Asep.

Sementara itu, Adi dan warga pengungsi korban banjir lainnya sudah beberapa hari bertahan di pengungsian Gedung Inkanas Baleendah."Rumah saya terendam banjir sampai rambu-rambu rumah, mencapai ketinggian 2 meter," kata Adi, warga korban banjir asal Kelurahan Andir.

Meski menjadi korban banjir, Adi tetap terlihat semangat saat berada di lokasi pengungsian. Tetapi ia pun sudah lelah karena terus-terusan menjadi korban banjir.

"Ya gimana lagi, rumah saya sudah kebanjiran. Saya tetap bertahan di pengungsian," ujar Adi.

Sama halnya yang dikatakan seorang ibu di pengungsian tersebut. Ia mengatakan rumahnya terendam sampai 3 meter. "Atap rumahnya terendam. Barang-barang pun terendam banjir," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR