Amerika Serikat Catat Rekor Maut, dalam Sehari 700 Meninggal Akibat Virus Corona

Dunia

Rabu, 1 April 2020 | 14:48 WIB

200401144819-ameri.jpg

ny1.com

ilustrasi

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) terus berjibaku menyelamatkan pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19. Negara adidaya ini memang tengah kewalahan, terlebih saat ini jumlah korban meninggal akibat Covid-19 terus bertambah.

AS saat ini terus bekerja keras membangun ratusan rumah sakit darurat untuk mengatasi jumlah korban. Saat ini AS menjadi negara dengan jumlah orang terinfeksi Corona terbanyak di dunia.

Dikutip dari Channel News Asia, pada Selasa 31 Maret, AS mencatatkan jumlah korban meninggal terbanyak dalam satu hari yaitu 700 kematian. Jumlah itu setara dengan satu kematian tiap dua menit sekali. Sebuah 'rekor' yang mengerikan.

Hampir setengah dari jumlah kematian tersebut berada di negara bagian New York, yang merupakan episentrum COVID-19 di AS. Wali Kota New York City Bill de Blasio kemudian memohon kepada Presiden AS Donald Trump bantuan penanganan.

"Ini adalah titik di mana kita harus bersiap untuk beberapa minggu ke depan karena angka kasus yang akan meningkat dalam jumlah besar," kata de Blasio.

"Yang saya tanyakan pada minggu lalu sangat jelas yaitu personel medis militer untuk ditempatkan di sini,” kata de Blasio pada saat ia berada di Billie Jean King National Tennis Centre di Queens, tempat dibangunnya rumah sakit darurat.

Dilansir dari viva.co.id, De Blasio yang berasal dari Partai Demokrat mengatakan bahwa ia telah meminta kepada Gedung Putih tambahan 1.000 perawat, 300 terapis pernapasan dan 150 dokter pada 5 April, tetapi ia belum menerima jawaban dari pemerintahan Trump.

Jumlah korban meninggal akibat Corona Covid-19 di AS saat ini mencapai lebih dari 4.000 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah korban tewas pada saat tragedi 11 September 2001. Sedangkan total kasus Covid-19 di AS dikonfirmasi naik menjadi 184.000, bertambah sebanyak 21.000 dari hari sebelumnya dan masih menjadi yang tertinggi di dunia.

Para ahli medis Gedung Putih mengatakan 100.000 hingga 200.000 orang dapat meninggal karena penyakit pernapasan di AS pada tahun ini meskipun ada perintah untuk tetap tinggal di rumah.

Wabah Corona membuat lebih dari 30 negara memerintahkan warganya untuk tetap tinggal di rumah untuk menekan angka penyebaran virus. Sebuah langkah yang mencekik ekonomi dan membuat jutaan orang tidak memiliki gaji untuk sementara waktu.

Pejabat militer AS, Letnan Jenderal Todd Semonite menuturkan kepada ABC News, bahwa Korps Insinyur Angkatan Darat AS telah mencari beberapa hotel, asrama, convention centre dan ruang terbuka lainnya untuk membangun rumah sakit darurat sebanyak 341 unit.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR