Pasar yang Menjual Bahan Pangan Pokok Tetap Berjualan, Selain Itu Ditutup

Bandung Raya

Rabu, 1 April 2020 | 12:45 WIB

200401124642-pasar.jpg

DIREKTUR Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Heri Heryawan menyebutkan di tengah pandemi corona, pasar-pasar non pangan di kota Bandung yang tidak menjual bahan pangan pokok ditutup sementara. Adapun penutupan berlaku mulai 31 Maret 2020 hingga 9 April 2020.

"Dalam hal ini adalah pasar-pasar yang diterjemahkan sebagai pasar sekelas mal. Jadi kami hanya melakukan penutupan di Pasar Baru Trade Center itu pun hanya lantai 1 ke atas. Sedangkan lantai dasar yang menjual bahan pokok masyarakat atau pasar tradisional itu tetap buka. Kemudian kios-kios yang menjual alat medis atau obat klinis itu tetap buka dan gerai ATM," sebut Heri yang dikutip saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Selasa (1/4/2020).

Selain Pasar Baru Trade Center, sambung Heri, pihaknya pun menutup sementara Pasar Andir. Namun untuk kios-kios penjual bahan pangan pokok, alat medis, obat, dan gerai ATM tetap buka.

"Kemudian Pasar Gede Bage yang khusus yang Cimol saja yang ditutup, sementara yang lain tetap buka," tambahnya.

Begitupun dengan ITC Mohammad Toha (Kebon Kalapa) yang dibuka hanyalah kios-kios yang menjual bahan pokok.

"Untuk pasar tradisional lain tetap buka bahkan harus tetap buka untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakat kota Bandung seperti biasanya," ujarnya.

Untuk harga bahan pokok di Pasar-pasar di Kota Bandung, Heri sebut jika ada kenaikan cukup signifikan pada harga bawang merah. Kini harga bawang merah di pasaran mencapai Rp42 ribu perkilonya.

"Kemudian gula pasir Rp18 ribu, cabai rawit sekarang Rp60 ribu," ujarnya.

Untuk di pasar, Heri meminta setiap pedagang dan pembeli untuk sama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Selain menyediakan tempat cuci tangan, PD Pasar pun sudah menyediakan beberapa box penyemprotan disinfektan di pintu masuk pasar.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR