Gara-Gara Covid-19, Kurs Rupiah Bisa Anjlok ke Rp 20 Ribu Per Dolar AS

Nasional

Rabu, 1 April 2020 | 11:52 WIB

200401115219-gara-.jpg

dok

ilustrasi

VIRUS corona atau Covid-19 benar-benar sudah memberikan dampak luar biasa pada perkembangan perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut akhirnya berimbas pula pada nilai tukar mata uang.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengumumkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi mengalami pelemahan hingga Rp 20 ribu per dolar AS akibat tekanan ekonomi yang disebabkan wabah Covid-19. Di sisi lain, perkiraan moderatnya akan dikisaran Rp 17.500 per dolar AS.

Menurut Sri, itu menjadi bagian dari salah satu skenario asumsi makro 2020 yang seluruhnya mengalami perubahan, seperti pertumbuhan ekonomi diperkirakan 2,3 persen hingga -0,4 persen. Kemudian inflasi 5,1 persen serta harga minyak mentah Indonesia anjlok menjadi 31 dolar AS per barel.

Meski begitu, Sri seperti dilansir dari viva.co.id menegaskan, asumsi tersebut bukan menandakan pemerintah akan membiarkan kondisi itu akan benar-benar terjadi. Namun sebaliknya sebagai patokan bahwa jangan sampai skenario terburuk itu benar-benar terjadi.

"Kurs yang saya sampaikan ini supaya menahan diri, karena kita sedang jaga kondisi. Bagian tadi yang tabel asumsi makro itu prediksi ke depan kita untuk mencegah agar tidak terjadi, Kita sekarang sedang benar-benar jaga pergerakan ekonomi kita," tutur Sri saat telekonferensi, Rabu (1/4/2020).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menambahkan, skenario itu disampaikan kepada publik supaya seluruh pelaku ekonomi dan pasar keuangan memahami bahwa pemerintah, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki komitmen langkah-langkah antisipatif.

"Tadi skenario-skenario yang berat atau sangat berat tadi sebagai prediksi ke depan supaya itu tidak terjadi, bahwa langkah kami untuk mencegah agar skenario berat tidak terjadi. Jadi kalau tadi disampaikan skenario berat Rp 17.500 per dolar atau sangat berat Rp 20 ribu per dolar itu akan kita antisipasi supaya tidak terjadi," tegasnya.

Dia menekankan perkembangan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini, atau hingga 1 April 2020 berada di kisaran Rp 16.400 per dolar AS masih sangat memadai. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, rupiah hari ini rata-rata diperdagangkan di level Rp 16.413 per dolar AS, melemah dari perdagangan kemarin di kisaran Rp 16.367 per dolar AS.

"Dalam hal ini saya sebagai Gubernur BI menyatan tingkat rupiah saat ini sudah memadai. Saya tekankan lagi bahwa sebagai Gubernur BI saya menyatakan tingkat rupiah saat ini sudah memadai. Seperti yang skenario adalah sebagai prediksi ke depan kita cegah supaya itu enggak terjadi," tegas Perry.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR