Pemerintah Desa Bisa Efektif Tanggulangi Penyebaran Covid-19

Nasional

Selasa, 31 Maret 2020 | 21:13 WIB

200331211523-pemer.jpg

Tok Suwarto

Dr. Mulyanto, ME dari Pusat Informasi Pembangunan Wilayah (PIPW) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

PEMERINTAH desa di tengah merebaknya wabah Covid-19 saat ini bisa efektif ikut menanggulangi Covid-19. Efektivitas itu jika aparatur pemerintah desa bisa menggerakkan dan menyadarkan masyarakat untuk saling bekerjasama, baik dalam upaya pencegahan maupun dalam upaya pemenuhan bahan kebutuhan utama masyarakat yang paling mendesak. 

Di setiap desa bisa digali potensi produk yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kota, sekaligus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lokal sebagai antisipasi jika wabah Covid-19 berkepanjangan.  Upaya ini juga dapat dijadikan sarana menuju desa mandiri pangan, yang menyinergikan aparatur pemerintah desa dengan masyarakat desa melalui optimalitas penggunaan dana desa dan sumber-sumber pendapatan desa lainnya.        

Dr. Mulyanto, ME dari Pusat Informasi Pembangunan Wilayah (PIPW) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Selasa (31/3/2020). Dia menanggapi dampak wabah Covid-19 belakangan ini. 

“Dana desa yang bersumber APBN, bisa diarahkan untuk pencegahan wabah Covid-19. Saat ini adalah masa yang tepat untuk desa memikirkan produk utama yang bisa dihasilkan, sekaligus dimanfaatkan masyarakat desa itu sendiri. Indonesia dengan jumlah 75.000 desa yang tersebar di berbagai pelosok, bisa efektif mengurangi penyebaran Covid-19. Itu jika ada sinergitas antara pemerintah desa dengan masyarakat yang berjalan serentak,“ tutur Dr. Mulyanto. 

Pakar pembangunan wilayah itu melihat, secara umum daerah bisa melakukan karantina wilayah terhadap wabah Covid-19 jika penyebarannya tidak terkendali. Namun dia mengingatkan, daerah harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, misalnya skenario  kebutuhan pangan harus dalam keadaan aman untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan. 

“Pola Karantina Wilayah tidak efektif jika pemerintah daerah tidak tidak punya skenario yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek. Selain itu juga kesadaran berbagai pihak untuk bekerjasama, termasuk tidak adanya jaringan yang terlibat di antaranya dengan pihak TNI dan Polri. 

Menyinggung penerapan kebijakan lockdown wilayah di berbagai daerah, Dr. Mulyanto, mengemukakan, pemerintah daerah yang menerapkan mekanisme isolasi pasti terpengaruh oleh wabah Covid-19. Transaksi dan kegiatan ekonomi di daerah yang mengandalkan pelaku ekonomi dari luar daerah akan banyak menemui masalah dan kendala. 

"Aktivitas ekonomi daerah bisa tetap berjalan, selama pemerintah daerah mampu menjamin kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sebagai contoh Kota Solo, jika menerapkan konsep isolasi akan menghadapi masalah terganggunya pasokan barang kebutuhan pokok hasil pertanian. Karena Solo bukan daerah penghasil utama sektor pertanian dan pasokan kebutuhan pokok berasal dari daerah sekitar Solo," ujarnya lagi, sambil menambahkan, di sisi lain praktik  isolasi bisa membawa keuntungan untuk menekan penyebaran Covid-19. 

 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR