Pemkot Solo Bantu Logistik untuk 25.000 Warga Miskin Terdampak Covid-19

Nasional

Selasa, 31 Maret 2020 | 19:44 WIB

200331194536-pemko.jpg

Tok Suwarto

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, menjelaskan tentang kondisi terakhir dampak wabah Covid-19 di Kota Solo.

SEBANYAK 25.000 warga miskin di Kota Solo yang terdampak wabah virus corona (Covid-19), mendapat jaminan logistik dari Pemkot Solo. Jaminan tersebut akan diberikan selama 28 hari, yaitu selama Pemkot Solo memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, menjelaskan kepada wartawan, Selasa (31/3/2020), bantuan logistik yang akan diberikan Pemkot Solo berupa 10 kilogram beras, minyak goreng, mi instan, telur, kecap, gula, teh dan lain-lain. Warga miskin yang mendapat bantuan, adalah yang kepala keluarganya tercatat dalam Sistem Informasi Kesejahteraan (e-SIK).

“Bantuan akan diberikan secara sebanyak dua kali. Tahap pertama berupa paket bantuan 10 kilogram  beras dan lain-lain, kita berikan untuk 14 hari. Selanjutnya untuk 14 hari berikutnya kita beri paket tahap kedua,” kata Ahyani, seusai rapat koordinasi persiapan bantuan logistik, di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung.

Bantuan logistik tersebut, menurut Ahyani, akan disalurkan melalui pengurus rukun tetangga (RT) masing-masing warga. Pemkot Solo akan menyertakan data-data penerima bantuan, sehingga bantuan logistik yang akan mulai dibagikan pekan ini bisa diterima warga yang berhak dan tepat sasaran. 

Dalam menyiapkan bantuan logistik bagi warga miskin, sambung Ketua Gugus Tugas itu, Pemkot Solo menyediakan anggaran Rp 10 miliar. Saat ini, Pemkot Solo sedang menghubungi para distributor agar barang-barang yang dibutuhkan disiapkan, sehingga bisa segera didistribusikan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengingatkan, masyarakat jangan menganggap bantuan logistik di masa darurat Covid-19 ini merupakan hak yang harus didapat warga. Dia menegaskan, pemberian bantuan sembako merupakan kepedulian Pemkot Solo kepada masyarakat miskin. 

“Saya tegaskan, jangan semua warga berharap bantuan dari Pemkot. Karena kemampuan Pemkot terbatas. Harapan saya, warga yang mampu bisa saling membantu,” tandasnya. 

Pada siang harinya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, secara khusus memberi penjelasan tentang data terakhir terkait Covid-19 di Kota Solo sampai 30 Maret 2020 pukul 21.00. Dia menyebutkan, berdasarkan konfirmasi saat ini tidak ada warga Solo yang positif Covid-19. 

Sedangkan warga Kota Solo yang berstatus PDP tercatat 29 orang, dirawat 11 orang, dinyatakan sembuh 13 orang dan yang meninggal 5 orang. Selain itu, warga yang berstatus ODP sebanyak 221 orang, sebanyak 3 orang menjalani rawat inap dan yang menjalankan karantina mandiri sebanyak 200 orang.  

 

 


 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR