51 Rumah di Desa Panyadap Terdampak Jebolnya Tanggul Sungai Cisunggalah

Bandung Raya

Selasa, 31 Maret 2020 | 18:05 WIB

200331180637-51-ru.jpg

Engkos Kosasih

TANGGUL Sungai Cusunggalah di Kampung Muara RT 02/RW 02 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung kembali jebol, Senin (30/3/2020) sekitar pukul 20.30 WIB. Jebolnya tanggul di Sungai Cisunggalah dengan lebar sungai antara 3-4 meter dan kedalaman rata-rata 2 meter itu, merupakan yang kesekian kalinya. Karena terus berulang ketika aliran sungai deras setelah turun hujan di hulu sungai tersebut. 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si., melalui Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Bandung Asep Machmud mengatakan, akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol pada Senin malam, sebanyak 51 rumah terkena dampak di Kampung Muara Desa Panyadap tersebut. 

"Dari 51 rumah yang terdampak itu, empat rumah hanyut terbawa banjir akibat terjangan banjir dari tanggul Sungai Cisunggalah yang jebol. Keempat rumah yang hanyut itu, yakni milik Uju, Asep, Uneg dan Jiji," kata Asep Machmud kepada galamedianews.com di Posko Bencana BPBD Kabupaten Bandung di Bekas Gedung INKANAS Baleendah, Selasa (31/3/2020).

Menurut Asep Machmud, dari 51 rumah itu, sebanyak 23 rumah mengalami rusak berat, selain kondisi rumahnya ambruk dan jebol akibat terjangan banjir bandang luapan Sungai Cisunggalah tersebut. Sisanya, puluhan rumah mengalami rusak ringan. Setiap rumahnya dihuni antara 1 sampai 5 jiwa. 

"Alhamdulillah dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa," katanya. 

Menurut Asep, akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah tersebut, sebanyak 180 kepala keluarga yang terdampak banjir bandang tersebut. 

"Kerugian dari dampak tanggul jebol mencapai Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)," kata Asep. 

Asep mengatakan berdasarkan sumber dari aparatur Desa Panyadap, tanggul jebol itu setelah turun hujan di hulu Sungai Cisunggalah sejak Senin pukul 16.00 WIB. 

"Permukaan air sungai mulai naik dari pukul 17.00 sampai pada pukul 19.00 WIB, kemudian tanggul sungai mulai jebol dan air meluap memasuki permukiman warga yang berada di titik sungai," tuturnya. 

Menghadapi bencana alam banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah, imbuh Asep, pihak BPBD Kabupaten Bandung akan terus berkoordinasi dengan pihak desa  setempat perihal bantuan logistik dan penanganan korban terdampak bencana banjir di wilayah Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk. 

 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR