Stadion GBLA Dijadikan Tempat Gelar Rapid Test Covid-19 Massal

Bandung Raya

Selasa, 31 Maret 2020 | 17:59 WIB

200331180038-stadi.jpg

PEMKOT Bandung akan menggelar rapid test Covid-19 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, pada Kamis (2/4/2020) mendatang. Rencananya, tes ini akan diikuti oleh 2.948 orang yang telah terdaftar. 

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan bahwa Pemkot Bandung menerima bantuan alat tes sebanyak 2.000 unit. Dari jumlah tersebut, telah digunakan sebanyak 583 alat tes, sedangkan untuk mencukupi kekurangan alat tes, pihaknya telah melakukan pengadaan.

“Untuk rapid test drive thru, rencananya akan dilakukan pada Kamis (2/4/2020) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), sebanyak 2.948 orang,” ungkapnya saat video conference dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beserta para kepala daerah lainnya di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin (30/3/2020).

Menurutnya selain tentang rapid test, Oded juga melaporkan sejumlah upaya lain yang dilakukan Pemkot Bandung saat ini. Salah satunya yaitu tentang pembagian sembako kepada warga yang terdampak social distancing dan physical distancing.

“Pemkot Bandung memberikan sejumlah 23.000 paket sembako kepada desil 1 dan desil 2, yang terdampak social distancing," ujarnya.

Dikatakannya terkait penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung, dalam rangka meminimalisir keramaian dan berkumpulnya orang. Sejumlah jalan yang ditutup, yakni Jalan Merdeka, Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, dan Jalan Ir. H. Djuanda. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginstruksikan untuk melakukan rekrutmen relawan Covid-19 dari ASN maupun masyarakat.

"Maka segera rekrutmen relawan, jadikan ASN dan masyarakat yang muda dan sehat sebagai relawan. Ini tahap satu untuk membantu kampanye physical distancing. Kemudian tahap dua, relawan ini membantu verifikasi bantuan yang akan diberikan oleh provinsi,” tuturnya.

Emil juga meminta, para kepala daerah untuk membentuk RW siaga corona. Setiap RW harus mendeklarasikan wilayahnya untuk siaga corona. 

"Setiap RW harus deklarasikan menjadi RW siaga corona. Pasang spanduknya bahwa RW, kelurahan kecamatan ini adalah siaga corona dengan membentuk tim dengan berbagai kebutuhan," ucapnya.

Sedangkan terkait karantina, lanjutnya, Presiden Joko Widodo mengizinkan adanya karantina wilayah parsial. Contohnya menutup wilayah parisal seperti komplek, kelurahan atau kecamatan. Namun melarang penutupan kota, karena harus ada izin presiden. 

"Presiden mengizinkan ada karantina wilayah parsial. Jadi menutup komplek, desa, kelurahan, kecamatan itu boleh. Tapi tidak tutup kota atau kabupaten. Presiden larang ada karantina wilayah level kota, harus ada izin darinya," tambahnya.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR