Empat Kecamatan di Kabupaten Bandung Terendam Banjir Luapan Citarum

Bandung Raya

Selasa, 31 Maret 2020 | 17:51 WIB

200331175439-empat.jpg

Engkos Kosasih

EMPAT kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak banjir luapan Sungai Citarum dan anak-anak sungai, Selasa (31/3/2020). Keempat kecamatan itu, yakni Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Kecamatan Ciparay. 

Ketinggian air di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah mencapai 2-3 meter, dan di lokasi lainnya rata-rata mencapai 1 meter.

Berdasarkan data sementara hasil assessment Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung sebanyak 1.552 kepala keluarga atau lebih dari 5.000 jiwa yang terdampak banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang.

Belum lagi di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay sebanyak 1.322 kepala keluarga atau sekitar 4.333 jiwa yang terdampak banjir luapan Sungai Citarum dengan ketinggian air antara 50-100 cm. Di Desa Sumbersari itu sebanyak 1.090 rumah yang terdampak banjir. 

"Itu berdasarkan data sementara yang kami peroleh berdasarkan hasil assessment kaji cepat personel BPBD di lokasi banjir. Kita masih terus melakukan pendataan di lapangan. Karena di beberapa tempat lokasi banjir belum masuk datanya, sehingga data banjir akan terus mengalami perkembangan," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si., melalui Kasi Logistik Asep Machmud di Posko BPBD Kabupaten Bandung di bekas Gedung Inkanas Baleendah, Selasa (31/3/2020) sore. 

Ia mengatakan dampak banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang itu, sejumlah ruas jalan masih terputus akibat terendam banjir. Di antaranya Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkokot, Jalan Andir-Katapang, dan Jalan Anggadiredja masih lumpuh terendam banjir dan belum bisa dilalui kendaraan. 

Ia mengatakan bencana banjir rutin yang terjadi di Cekungan Bandung Selatan itu, setelah turun hujan deras sejak Senin (30/3/2020) siang pukul 14.30 WIB. Pada Senin malam pukul 23.00 WIB, BPBD langsung menyiapkan tiga unit perahu karet untuk mengevakuasi warga korban banjir di sejumlah titik genangan air luapan Sungai Citarum. 

"Saat ini ada sebanyak 63 kepala keluarga atau sekitar 185 jiwa korban banjir yang dievakuasi ke bekas Gedung Inkanas Baleendah. Di antaranya 22 lansia, 20 balita dan di antaranya ada beberapa orang ibu hamil," ungkapnya. 

Belum lagi, kata Asep, para pengungsi yang tersebar di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah.  Ia mengatakan, untuk penanganan pengungsi korban banjir, dilakukan langkah-langkah khusus dalam upaya pencegahan penularan wabah virus corona (covid-19). 

"Ada beberapa bagian ruangan yang disekat yang ditempati para pengungsi korban banjir. Di antaranya untuk lansia, ibu hamil dan ibu menyusui," katanya. 

Untuk pencegahan penularan virus corona, Asep mengatakan, BPBD menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Di antaranya, untuk pengadaan masker, hand sanitizer untuk para pengungsi korban banjir.  

"Setiap hari lokasi pengungsian disemprot disinfektan pada pagi dan sore. Para pengungsi pun diimbau untuk berjemur setiap hari untuk mencegah penularan virus covid-19," katanya.

  Asep pun berusaha untuk menghindari kerumunan para pengungsi di tempat pengungsian. Meski dalam kondisi darurat, para pengungsi korban banjir diimbau untuk menjaga jarak antar sesama untuk mencegah penularan virus corona. 

Namun untuk para pengungsi korban banjir di Kecamatan Bojongsoang, katanya, mereka mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya yang aman dari genangan banjir. Selain menempati Gedung Tanggo. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR