Ada Positif Covid-19, Pemkab Garut Akan Lakukan Lockdown Parsial

Daerah

Selasa, 31 Maret 2020 | 15:12 WIB

200331151509-ada-p.jpg

Agus Somantri

Bupati Garut, Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Command Center, Komplek Pendopo Garut, Selasa (31/3/2020)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut akan lebih masif melakukan socioal distancing dan physical distancing di lima kecamatan yang berdekatan dengan pasien positif Covid-19.  

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat dengan unsur Forkopimda lainnya guna membahas teknik pelaksanaanya. Pihaknya mempertimbangkan untuk melakukan penjagaan lebih ketat di lokasi yang terpapar virus corona.  

"Kami akan rapatkan dulu. Rencananya akan dilakukan tracking di lima kecamatan. Untuk lokasinya nanti diumumkan," ujarnya di Command Center, Komplek Pendopo Garut, Selasa (31/3/2020).  

Menurut Rudy, pihaknya akan lebih memperketat penjagaan di pintu masuk ke Garut. Terutama kepada warga yang datang dari daerah yang sudah terpapar. Pihaknya juga akan melakukan penyekatan persial seperti yang sudah dilakukan di Bandung.

"Tidak menutup kemungkinan satu kecamatan yang sudah terpapar ada kasus positif ditutup. Tapi kan harus ada pertimbangannya dulu, dampaknya nanti seperti apa," ucapnya.

Rudy juga menyebut, keluarga dan paramedis yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif corona akan menjalani isolasi dan rapid test. Pasalnya pasien tersebut baru empat hari menjalani isolasi di RSUD dr Slamet Garut.

"Kita bisa menggunakan Klinik Medina di Wanaraja sebagai tempat isolasi. Karena di Klinik Medina juga ada beberapa tempat yang dipakai tempat isolasi," katanya.

Terkait kemungkinan masih adanya puluhan ribu warga yang akan mudik ke Garut, diakui Rudy, pihaknya tak bisa mencegah hal itu. Apalagi mereka yang bekerja di luar kota itu bukan orang kaya. Namun demikian, pihaknya tetap berharap agar warga bisa menahan diri untuk tidak pulang dulu.

"Dikhawatirkan ada lagi kejadian seperti kasus yang positif ini. Pulang ke Garut dalam kondisi sakit. Jadi memang harus hati-hati karena sudah ada (positif corona). Virusnya diam, tapi yang bergerak manusianya," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR