Selain Terdampak Wabah Covid-19, Warga Kabupaten Bandung jadi Korban Banjir

Bandung Raya

Selasa, 31 Maret 2020 | 14:59 WIB

200331150659-selai.jpg

WABAH penyebaran covid-19,  berdampak parah pada perekonomian warga. Diperparah lagi saat ini terjadi bencana banjir di sejumlah kecamatan Kabupaten Bandung.

 Melihat dampak tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DOC PPP) Kabupaten Bandung langsung jemput bola ke lapangan untuk menenui warga korban banjir. Di antaranya menemui warga korban banjir dan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang Kabupaten Bandung. 

"Mereka selain terdampak wabah virus corona, juga menjadi korban banjir yang saat ini masih berlangsung dan melanda tiga kecamatan tersebut. Makanya kami langsung jemput bola kepada para pengurus PAC dan warga korban banjir untuk menyerahkan bantuan paket sembako berupa beras, mi instan dan minyak goreng. Sembako merupakan kebutuhan yang urgen dan mereka pun tidak bisa datang ke DPC PPP Kabupaten Bandung, sehingga kami langsung turun ke lapangan," kata Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung, Yudha Noor kepada galamedianews.com di Kantor DPC PPP Kabupaten Bandung Jalan Cipicung Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Selasa (31/3/2020).

Yudha mengatakan, untuk membantu pengurus PAC di 31 kecamatan Kabupaten dan warga yang terdampak banjir itu, pihaknya sudah menyiapkan 400 paket sembako. Sebagian sudah tersalurkan dengan cara diambil ke Kantor DPC PPP Kabupaten Bandung.

"Mereka itu selain terdampak wabah virus covid-19, juga terdampak banjir khususnya warga di Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot. Jadi ada dua permasalahan yang dialami mereka, maka secara ekonomi bisa dirasakan langsung dampak virus corona dan banjir tersebut," ujar Yudha. 

Ia mengatakan, memberikan bantuan paket sembako itu sebagai bentuk kepedulian PPP disaat wabah virus covid-19 dan bencana banjir di Kabupaten Bandung. 

Dikatakannya, penyebab banjir itu selain turun hujan deras di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, juga disebabkan oleh lambatnya aliran air yang mengalir di Sungai Citarum. 

"Salah satu solusi untuk mempercepat aliran air dan penanggulangan banjir di Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, terowongan air di Curug Jompong Nanjung harus dibuka dua-duanya. Ini baru satu pintu atau satu terowongan yang dibuka," katanya. 

Menyikapi persoalan banjir di Cekungan Bandung Selatan itu, Yudha Noor pun sempat menjalin komunikasi dengan Wakil Gubernur Jabar H. Uu Ruzhanul Ulun sebagai kader PPP. Hasil dari koordinasi itu, pihak Wakil Gubernur Jabar akan segera koordinasi dengan Pemkab Bandung dan pihak lainnya  dalam upaya penanggulangan korban banjir. 

"Kabupaten Bandung ini rawan banjir, warga yang terdampak banjir terparah harus diperhatikan. Apalagi saat ini dalam kondisi wabah virus corona," ujarnya.

  Ia mengatakan yang harus mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak itu, terutama dalam hal persoalan ekonomi dan kesehatan. 

"Banjir di Kabupaten Bandung, khususnya di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang sudah rutin terjadi. Sehingga harus ada upaya normalisasi Sungai Citarum," ucapnya. 

Ia juga berharap kepada para kader PPP yang terdampak banjir untuk melakukan koordinasi kepada pemerintahan setempat. Minimal ada upaya penanganan, khususnya dalam hal ekonomis masyarakat yang terdampak banjir. 

"Kami juga berharap kepada Dinas Kesehatan untuk turun langsung ke lapangan, untuk menangani warga korban banjir disaat menghadapi wabah virus corona. Minimal ada pemberian bantuan masker dan hand sanitizer untuk warga korban banjir," harapnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR