Kota Tasikmalaya Tak Lagi Terbuka Bebas, Warga Harus Lewati 8 Pos Penjagaan

Daerah

Selasa, 31 Maret 2020 | 13:17 WIB

200331131706-kota-.jpg

Septian Danardi

TIM Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya mulai melakukan pemeriksaan terhadap warga yang datang dari luar wilayah Kota Tasikmalaya. Pemerintah setempat bersama TNI-Polri dan BPBD sudah mendirikan sebanyak delapan pos penjagaan perbatasan.

Kondisi tersebut merupakan ekses dari diberlakukannya karantina wilayah oleh Pemkot Tasikmalaya, dalam rangka mengurangi atau bahkan mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dari pantauan di lapangan, kini kkendaraan penumpang yang melintas dari Bandung dan Jakarta mulai diberhentikan di titik Babakan Jawa Indihiang. Kendaraan dari arah Ciamis dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan Timur dititik perbatasan Karang Resik.

Sementara kendaraan dari arah Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya akan disetop di titik Terminal Awipari. Sedangkan kendaraan dari arah Garut dan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya akan diperiksa di titik pertigaan Mangin Kecamatan Mangkubumi.

Ketua Tim Krisis Center Covid-19 sekaligus Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menyebutkan, di titik-titik tersebut, petugas memberhentikan setiap kendaraan yang datang dan memeriksa setiap penumpangnya. Selain tentunya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermal scanner.

Bahkan, kata Budi, untuk kendaraan besar khususnya bus yang masih pada berdatangan pada hari pertama pemberlakuan pembatasan wilayah, petugas memeriksa suhu tubuh satu persatu penumpang di dalam bus tersebut.

"Kami memantau langsung kegiatan gugus tugas disetiap titik perbatasan didampingi Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto dan Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letnan Kolonel Inf Imam Wicaksana," katanya saat meninjaun lokasi perbatasan.

Pihaknya menekankan kepada rekan-rekan tim Gugus Tugas yang menempati pos penjagaan di 8 titik perbatasan, bisa mengedepankan sikap humanis saat berkomunikasi dan melakukan pemeriksaan kepada masyarakat.

"Rekan Gugus Tugas saat ini merupakan garda terdepan dalam mencegah pandemi corona di Kota Tasikmalaya saat ini," ujarnya.

Dikatakan Budi, selain delapan pos besar, kedepan akan ada pos-pos kecil yang dilakukan penutupan beberapa akses jalan protokol di wilayah Kota Tasikmalaya.

Selain meminta agar petugas yang berada di lapangan menjaga kesehatan, jika perlu mengenakan APD karena tidak menutup kemungkinan ada yang sudah kategori ODP. Ia berharap para petugas Posko perbatasan untuk mengindahkan SOP yang telah ditetapkan sebelumnya.

Penerapan karantina wilayah Kota Tasikmalaya, lanjut Budi, diharapkan bisa efektif dalam menjaga penyebaran virus corona. Terutama mencegah para pemudik yang berasal dari zona-zona merah masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya.

"Adanya Posko pemeriksaan ini setiap warga yang akan masuk semuanya terperiksa dan tepat sasaran," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR