Korban Nyawa di Italia Lebihi 10 Ribu

Karantina Berakhir, Muncul Kecurigaan Angka Kematian Covid-19 di Wuhan Saja Capai 42.000

Dunia

Selasa, 31 Maret 2020 | 11:17 WIB

200331111706-itali.jpg

dailymail

Berakhirnya masa karantina Wuhan, kota yang juga menjadi episentrum Covid-19 di Cina mengungkap berbagai spekulasi. Terakhir warga setempat  mengklaim virus corona membunuh setidaknya 42.000 orang di Wuhan saja. Angka ini  jika benar lebih dari sepuluh kali lipat angka kematian nasional yang diklaim  otoritas Cina.

Dikutip dari DailyMail kemarin, rilis resmi pihak Beijing, Covid-19 yang berasal dari Wuhan di Provinsi Hubei merenggut nyawa 3.300 rakyat Cina dan menginfeksi lebih dari 81.000.

Dari 3.300 kematian,  3.182 di antaranya dilaporkan dari Provinsi Hubei. Namun sejak karantina berakhir warga Wuhan mengklaim 500 guci abu jenazah dibagikan pada keluarga yang kehilangan sanak saudara setiap hari dari tujuh rumah pemakaman terpisah. Ini artinya abu 3.500 jenazah “didistribusikan” setiap 24 jam.

Rumah-rumah pemakaman di Hankou, Wuchang, dan Hanyang kepada keluarga yang berduka mengatakan  mereka akan menerima abu jenazah sebelum 5 April atau saat festival Qing Ming di mana warga berziarah ke kuburan leluhur.

Dari angka tadi 42.000 guci abu jenazah didistribusikan dalam periode 12 hari Laporan sebelumnya menyatakan rumah pemakaman Hankou menerima dua pengiriman 5.000 guci hanya dalam dua hari. Laporan media setempat, fakta ini terungkap ketika pihak provinsi melonggarkan masa karantina selama dua bulan bagi 50 juta warga.

Sementara itu terkait identifikasi kondisi kesehatan, warga mendapat  sertifikat kesehatan. Sertifikat hijau artinya negatif virus dab diizinkan meninggalkan kota mulai tengah malam pada 25 Maret lalu atau pertama kali mereka diizinkan keluar sejak 23 Januari.

Namun pembatasan lalu lintas menuju dan keluar kota Wuhan  tempat virus pertama kali muncul tetap berlaku hingga 8 April. Seorang warga Wuhan  yang hanya memberikan nama keluarganya, Zhang kepada RFA mengatakan, "Tidak mungkin angka kematian sesuai data resmi karena insinerator (pembakaran abu jenazah) bekerja sepanjang waktu. Jadi bagaimana bisa begitu sedikit orang yang meninggal?”

Warga lain bernama keluarga Mao menambahkan, "Mungkin pihak berwenang merilis angka kematian secara bertahap agar warga ti dak syok.“ Mereka yang meyakini angka kematian versi warga menyebut perkiraan itu tidak berlebihan karena dalam satu bulan, setidaknya ada 28.000 kremasi.

Benar atau tidak yang pasti saat ini saja angka infeksi dan angka kematian akibat Covid-19 di Italia dan AS telah melewati Cina. Saat ini corona  membunuh lebih dari 30.000 orang dan menginfeksi 664.695 lainnya di seluruh dunia. Italia melaporkan lebih dari 97.000 kasus dengan sedikitnya 10.000 kematian. Sedangkan AS melaporkan 137.294 kasus dengan lebih dari 2.000 kematian.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR