Dampak Positif WFH di Bandung: Volume Sampah Berkurang!

Bandung Raya

Selasa, 31 Maret 2020 | 09:34 WIB

200331093450-dampa.jpg

dok

SEJAK diberlakukan sekolah di rumah dan bekerja di rumah (Work From Home/WFH), jumlah volume sampah komersil di Kota Bandung mengalami penurunan. Bahkan penuruannya mencapai 45 persen.

"Terjadi pergeseran volume sampah jadi untuk sektor komersil itu cukup menarik ternyata turun sampai 45 persen," tutur Pjs Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat, dilansir dari prfmnews.id, Selasa (31/3/2020).

Menurut Gun gun, meski ada penurunan jumlah sampah komersil dari perhotelan, restoran, cafe, tempat wisata, serta tempat hiburan lainnya, ada peningkatan jumlah sampah rumah tangga. Hal ini terjadi karena sebagian besar aktifitas warga beralih di rumah.

Selain itu, jumlah sampah dari penyapuan di jalan raya pun berkurang. Hal ini dilihat dari jumlah sampah yang terkumpul oleh para penyapu jalan yang tetap bekerja.

"Jadi pindah sampah di rumah yang lebih banyak. Lalu sampah sapuan jalan juga terjadi penurunan angkanya bervariasi di semua wilayah tapi yang paling besar penuruanannya angka sapuan jalan terjadi di Bandung utara," ucapnya.

Di tengah pandemi corona ini, penggunaan masker menjadi meningkat. Maka dari Gun gun berharap warga untuk tidak membuang masker begitu saja. Menurutnya masker yang dibuang harus digulung dan digunting terlebih dahulu sebelum dibuang. Selain itu masker bekas pun harus dibuang terpisah dengan sampah lainnya.

Disebutkan Gun gun, masker bekas itu merupakan sampah infeksius atau sampah medis yang tergolong sampah B3. Maka dari itu perlu penanganan khusus saat membuang masker.

"Saya mengimbau masyarakat kota untuk membuang masker itu menggunting dulu maskernya karena kalau tidak digunting berisiko didaur ulang. Lalu kedua sebelum dibuang sebaiknya dibungkus dulu, ditutup, kemudian diikat, jadi ketika diambil petugas kebersihan tidak bersentuhan langsung," tegasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR