Pemudik ke Kota Solo Wajib Jalani Karantina 14 Hari

Nasional

Senin, 30 Maret 2020 | 20:59 WIB

200330210022-pemud.jpg

Tok Suwarto

Rapat koordinasi "Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dipimpin Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di antaranya menyepakati para pemudik ke Kota Solo harus dikarantina selama 14 hari.

ARUS mudik lebaran ke Kota Solo maupun ke daerah-daerah di wilayah Surakarta diperkirakan akan tetap terjadi, meskipun di Kota Solo masih dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid 19. Dalam mengantisipasi kemungkinan tersebut, Pemkot Solo melakukan persiapan serius dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. 

Dalam rapat koordinasi "Penanganan Corona Virus Disease (Covid19) yang dipimpin Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Bale Manganti Praja kompleks  Balai Kota, Senin (30/3/2020), di antaranya disepakati, para pemudik ke Kota Solo wajib menjalani karantina selama 14 hari. Pemkot Solo menyediakan tiga lokasi untuk karantina, yakni Graha Wisata Niaga di Sriwedari, Ndalem Djojokusuman dan Ndalem Priyosuhartan. 

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, seusai rapat menjelaskan kepada wartawan, ketiga lokasi penggunaannya, yaitu Ndalem Djojokusuman dan Ndalem Priyosuhartan untuk karantina pemudik yang berstatus warga Kota Solo dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan gedung Graha Wisata Niaga khusus digunakan untuk karantina bagi pemudik asal luar kota yang masuk ke Solo.

“Graha Wisata Niaga yang terdiri dari dua lantai, kita gunakan untuk karantina pemudik 14 hari. Di situ kita adakan cek kesehatan rutin. Kalau dinyatakan sehat para pemudik itu boleh meninggalkan karantina dan pulang ke daerah asal. Tetapi kalau ternyata PDP ya kita rujuk ke rumah sakit,” kata Hadi Rudyatmo, seusai memimpin rapat koordinasi. 

Jika dalam gelombang mudik lebaran nanti banyak warga luar kota yang harus dikarantina, berdasarkan perhitungan Wali Kota Solo, gedung Graha Wisata Niaga mampu menampung antara 200 -  300 orang. Dalam rapat koordinasi, Wali Kota Solo telah menunjuk penanggungjawab masing-masing rumah karantina, dengan tugas menyiapkan tempat, memastikan logistik dan membuat rencana kegiatan di rumah karantina.

“Khusus pemudik yang dikarantina di Djojokusuman dan Priyosuhartan, akan ada pendamping untuk kegiatan olahraga, pelatih tari bagi yang ingin menari dan sebagainya. Kita usahakan dalam minggu ini semua sudah siap,” jelasnya. 

Dia menambahkan, diadakannya  rumah karantina tersebut bertujuan mencegah timbulnya kekhawatiran masyarakat terhadap kedatangan para pemudik dari luar kota. Sedangkan bagi warga Kota Solo di perantauan yang ingin mudik juga harus mempertimbangkan, apakah mereka tetap mudik dengan menjalani proses karantina. 

“Untuk memantau para pemudik, kita akan siaga di pintu keluar  Bandara, di stasiun dan terminal. Setiap ada pendatang yang ber-KTP Solo, khususnya mereka yang dari zona merah harus melapor petugas pemantau dan mereka harus tidur di Graha Wisata selama 14 hari. Sedangkan bagi pemudik dengan kendaraan pribadi, kita menugaskan aparat kelurahan dan RT untuk memantau secara cermat,” imbuhnya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, dalam laporannya pada rapat koordinasi itu, menjelaskan, di Kota Solo sampai Minggu (29/3/2020), tercatat 3 orang terkonfirmasi positif mengidap virus corona. Seorang di antaranya tiga orang itu sembuh dan dua lainnya meninggal dunia. Selain itu,  jumlah PDP di Kota Solo tercatat sebanyak 26 orang, 16 di antaranya masih dirawat dan 7 orang dinyatakan sembuh.

 


 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR