SMKN 1 Garut Bagikan Ribuan Botol Cairan Hand Sanitizer kepada Warga

Daerah

Senin, 30 Maret 2020 | 20:29 WIB

200330203126-smkn-.jpg

Agus Somantri

Kepala SMKN I Garut, Drs. H. Dadang Johar Arifin, M.M, saat membagikan masker kepada masyarakat dan petugas kesehatan, Senin (30/3/2020).

SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap sesama dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, SMKN I Garut membagikan ribuan botol cairan antiseptik pembersih tangan atau hand sanitizer dan masker kepada masyarakat, Senin (30/3/2020).

Ratusan botol hand sanitizer dan ribuan masker yang dibagikan tersebut merupakan hasil karya guru SMKN 1 Garut yang inisiatif dibuat dengan biaya sendiri dari sekolah, untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan juga membatu masyarakat yang membutuhkan agar terjaga dan terlindungi dari penularan virus corona.

Sedikitnya, ada seribu botol hand sanitizer dan 3 ribu masker yang dibagikan untuk digunakan masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah. Ribuan hand sanitizer tersebut dikemas dalam bentuk gel dan cair ukuran 50ml, 100ml, 250ml, dan 500ml dengan berbagai aroma, seperti orange, lemon, green tea, stroberi, dan apel.    

Hand sanitizer dan masker tersebut dibagikan ke beberapa tempat, seperti Puskesmas Cipanas, Puskesmas Tarogong, Pos Poisi Tarogong, Puskesmas Pembangunan, Puskesmas Siliwangi, Kodim 0611 Garut, Pos Satpol PP, dan masyarakat umum.  

Kepala SMKN I Garut, Drs. H. Dadang Johar Arifin, M.M, mengatakan, kegiatan pembagian hand sanitizer dan masker ini merupakan kegiatan kemanusiaan, berangkat dari rasa prihatin melihat kondisi masyarakat, terutama pihak kesehatan dan para tenaga medis yang masih kekurangan masker dan hand sanitizer serta APD (alat pelindung diri) lainnya.  

Dadang pun mengaku heran, jangankan masyarakat, orang yang berada di lingkungan kesehatan juga sangat kekurangan untuk mendapatkan kedua jenis barang ini.

"Kegiatan kemanusiaan ini sebagai bentuk kepedulian kami. Karena kalau niatnya bisnis banyak sekali yang ingin membeli. Tapi kami buat semaksimal mungkin untuk dibagikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya di sela kegiatan pembagian di Puskesmas Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (30/3/2020).  

Dadang juga berharap, selain melakukan social distancing atau saling menjaga jarak, pemerintah melakukan lockdown untuk mengantisipasi masuknya wabah corona ke Kabupaten Garut.  

"Alhamdulillah, sejauh ini Garut tidak ada indikasi positif, dan mudah-mudahan Garut tidak terkena. Namun tentunya harus ada langkah-langkah prefentiv sebagai pencegahan," katanya.



 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR