Pemerintah Desa Tak Bisa Melarang Warga Pulang Kampung

Bandung Raya

Senin, 30 Maret 2020 | 20:23 WIB

200330202455-pemer.jpg

Engkos Kosasih

PEMERINTAH Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung menyatakan tidak bisa mencegah warga pendatang yang baru pulang kerja dari luar daerah yang masuk kawasan zona merah wabah virus corona atau Covid-19. Namun aparat desa mengimbau kepada warga pendatang yang baru pulang kampung untuk memeriksakan kesehatan tubuhnya ke puskesmas terdekat, sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Sukamaju Acep Handana, S.Pd.,M.M., didampingi Sekretaris Desa Sukamaju Heri Supriatna kepada galamedianews.com di Desa Sukamaju, Senin (30/3/2020) sore.

Acep mengatakan, di wilayah Desa Sukamaju diketahui ada sekitar 20 warga yang masuk pada ODP (orang dalam pemantauan). Mereka adalah para pekerja yang pulang kampung, di antaranya asal Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bali, Lampung dan daerah lainnya. Di antara wilayah yang menjadi tempat kerja mereka adalah masuk zona merah Covid-19. 

"Mereka terpaksa pulang kampung dari tempat kerjanya karena mungkin saja mereka merasa khawatir karena ketidakcukupan dalam kesehariannya. Apalagi tempat kerja mereka merupakan masuk kawasan zona merah Covid-19," kata Acep. 

Meski mereka tetap memaksakan diri pulang kampung, ia tetap berharap  kepada para pendatang itu untuk melakukan pengecekan kesehatan di puskesmas sebelum pulang ke rumahnya masing-masing. 

"Pemeriksaan di puskesmas itu untuk memastikan kesehatannya. Hal tersebut penting untuk dilakukan guna mencegah penularan wabah virus corona," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, imbuh Acep, para pendatang yang pulang kampung itu wajib untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing. Selain itu  mereka secara rutinitas berjemur dan setelah itu kembali ke rumahnya. 

"Memang dengan adanya pulang kampung dari para pekerja lokal itu, menjadi polemik bagi warga sekitar. Tapi disisi lain, mereka juga tak nyaman saat harus bertahan di tempat kerjanya yang masuk zona merah Covid-19. Termasuk untuk kebutuhan kesehariannya di saat tidak bekerja," ujarnya. 

Ia pun mengatakan, kalaupun ada konvensasi dari perusahaan belum tentu dapat menjamin kebutuhan hidup sehari-hari. "Kita juga mengimbau kepada RT dan RW untuk melakukan pendataan warga pendatang yang pulang kampung setelah bekerja di kawasan zona merah covid-19," katanya. 

Acep pun mengatakan dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya, dihadapkan pada kendala anggaran dana desa yang belum cair. Meski demikian, pihaknya sudah berupaya melakukan penyemprotan disinfektan di semua RW di Desa Sukamaju. 

"Yang pasti kita dari pihak pemerintahan desa tidak bisa mencegah warga Desa Sukamaju yang pulang kampung dari tempat kerjanya. Warga pendatang juga harus lapor ke RT dan RW, selain warga lainnya juga harus proaktif melaporkan jika ada warga pendatang. Ini sebagai upaya antisipasi pencegahan penularan virus Covid-19," katanya. 

Sementara itu Sekretaris Desa Sukamaju Heri Supriatna menambahkan, mereka yang pulang kampung itu umumnya para pekerja bangunan, selain di bidang lainnya. "Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan warga pendatang yang pulang kampung, terutama dari tempat kerja mereka yang masuk zona merah Covid-19," katanya. 

Heri pun mengatakan, untuk penanganan covid-19, pemerintahan desa membentuk Satgas Covid-19. Ketua Satgas Covid-19 adalah kepala desa, wakil ketua dari Ketua BPD Sukamaju  dan sekretarisnya dirinya sendiri. 

"Pembentukan Satgas Covid-19 itu menindaklanjuti instruksi Presiden karena anggarannya juga dari dana desa yang berasal dari pusat," ujarnya. 

Ia pun menyinggung tentang  penanganan covid-19 itu berasal dari anggaran dana desa sekitar Rp 50 juta. "Anggaran itu berasal dari pos kebencanaan maupun pelayanan kesehatan," kata Heri. 

Pemerintah desa pun terus memantau perkembangan di lapangan, terkait kondisi pencegahan penularan wabah virus covid-19 tersebut. "Supaya masyarakat tidak resah dan cemas dengan kondisi saat ini," katanya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR