Ali Hasan, "Jadi Garda Terdepan, Keselamatan Tenaga Medis harus Diperhatikan"

Kabar DPRD Jabar

Senin, 30 Maret 2020 | 20:00 WIB

200330200234-ali-h.jpeg

ist

Ali Hasan

PEMERINTAH harus memperhatikan kebutuhan dan keselamatan tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pasien-pasien Covid-19,  baik pasien positif Covid-19, Pasien Dalam Pemantauan (PDP), maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP).
"Tidak hanya masker, tetapi juga alat pelindung diri (APD) lainnya seperti pelindung mata, tangan, kaki, badan hingga pelindung rambut harus diperhatikan jumlahnya untuk tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus Corona," kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Hasan.
Kepada "GM", Minggu (29/3), Ali Hasan mengatakan, sangat prihatin melihat masih banyak tenaga medis yang menggunakan APD seadanya, padahal mereka sangat rentan terpapar virus corona.
"Saya lihat di salah satu rumah sakit di Kota Cimahi, tenaga medisnya menggunakan kantong keresek dan jas hujan plastik saat menangani PDP. Ini sangat berbahaya, bukan hanya bagi tenaga medis tapi juga bagi masyarakat. Seharusnya tenaga medis menggunakan APD sesuai stadar supaya tidak tertular dan menularkan," katanya.
Di tengah terus meluasnya penyebaran virus corona, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah kota dan kabupaten  harus lebih memperhatikan kebutuhan dan keselamatan tenaga medis. Tenaga media tidak hanya yang di rumah sakit rujukan, tetapi juga rumah sakit nonrujukan dan puskesmas.
"Wabah ini terus meluas, jumlah pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga medis sangat dibutuhkan. Kita tidak berharap mereka tertular, tapi kalau ada yang tertular, kita nanti yang akan repot. Kalau tidak ada mereka, siapa yang akan menggantikannya? Pekerjaan mereka tidak bisa dilakukan sembarang orang, sehingga keselamatan dan keamanan mereka harus benar-benar terjamin," ungkapnya.
Selain memperhatikan APD bagi tenaga medis, pemerintah juga harus memperhatikan kesehatan mereka. Selain mendapat APD sesuai standar, juga mendapat asupan vitamin dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh mereka.
Ali Hasan pun mengusulkan tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien corona untuk mengikuti rapid test Covid-19.  "Tes untuk tenaga medis penting, selain untuk keselamatan mereka dan masyarakat, juga untuk ketenangan. Jadi tidak ada kekhawatiran di kalangan tenaga medis, apakah mereka tertular atau tidak," cetusnya.
Satu hal lagi yang diusulkan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Cimahi dan Kota Bandung ini, pemerintah perlu mempertimbangkan penambahan tenaga medis apabila tren kenaikan jumlah pasien Covid-19 di Jawa Barat sudah mengikuti deret ukur.
"Kalau peningkatan jumlah pasien signifikan, maka perlu dipertimbagkan menambah jumlah tenaga medis dengan mengerahkan dokter serta paramedis dari berbagai spesialis yang relevan dengan penanganan Covid-19," katanya.
Ali Hasan berharap, penyebaran virus corona di Jawa Barat dapat ditekan sampai nol. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.
"Kalau tidak ada hal mendesak, sebaiknya tinggal di rumah, lakukan aktivitas dari dan di rumah saja," imbaunya.* (B.32)**

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR