Hasil Tes Negatif Covid 19, Status ODP dan PDP Anggota Hipmi Minta Dicabut

Daerah

Senin, 30 Maret 2020 | 18:02 WIB

200330180344-hasil.jpg

BPC Hipmi Kabupaten Tasikmalaya saat diperiksa rapid test dari Dinas Kesehatan di Sekretariat Hipmi KHZ Mustofa, Singaparna.

PASCA ditetapkan menjadi kluster usai Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, ada rasa was-was dan tekanan psikologis bagi anggota Hipmi Kabupaten Tasikmakaya yang ikut Musda tersebut. "Karena tekanan yang cukup signifikan kita menjadi bulan-bulanan secara psikis dan dikucilkan secara sosial," demikian kata Ketua umum BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Dzulfikri saat ditemui di Sekretariat Hipmi Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna, Senin (30/3/2020). Perlu diketahui, kata Asep, kegiatan Hipmi Jabar berlangsung di Karawang pada tanggal 8-11 Maret 2020 sebelum ditetapkan darurat virus corona di Indonesia. Pada pertemuan tingkat Jabar itu sepuluh orang Hipmi Kabupaten Tasikmalaya ikut hadir. "Alhamdulillah 10 orang delegasi BPC Hipmi Kabupaten Tasikmalaya yang ikut dalam pertemuan di Karawang tersebut setelah menunggu cukup lama dengan perasaan gusar, hasilnya negatif. Kita berharap, status ODP dan PDP bagi anggota Hipmi yang hadir di Musda Jabar yang dikeluarkan oleh Gubernur Ridwan Kamil dicabut dan disebarkan ke publik," katanya. Karena itu, menurut Asep merusak citra pribadi dan organisasi. "Kita merasa dikucilkan dan orang menjadi sentimen, itu jelas merusak psikologis secara pribadi. Kami harapkan setelah ada rapid test dari Dinas Kesehatan semua kembali lagi normal lagi dan tidak ada stigma negatif," ujarnya. Ia berharap agar penyebaran virus ini cepat selesai dan ditangani. Sehingga dia bersama anggota Hipmi lainnya dapat kembali fokus membenahi usaha.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR