Sejumlah Ruas Jalan Utama di Kota Bandung Hari Senin Ini, Terlihat Lengang.

Bandung Raya

Senin, 30 Maret 2020 | 15:08 WIB

200330151932-sejum.jpg

Remy Suryadie

SEJUMLAH ruas jalan utama di Kota Bandung pada hari Senin (30/3/2020) siang, terlihat lengang.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Jalan Antapani menuju Jalan Jakarta dan Jalan Supratman yang biasanya arus lalulintas dijalan tersebut kerap dipatadi kendaraan baik roda empat ataupun dua, terlihat lengang.

Bahkan sejumlah sekolah yang berada di Jalan Supratman pun sepi dari aktivitas. Hal serupa di Jalan Diponegoro atau tepatnya di Gedung Sate. Ruas jalan tampak sepi dari kendaraan dan aktivitas warga. Lapangan Gasibu yang berada tepat di depan Gedung Sate pun diberi pembatas di sisi-sisinya pertanda warga dilarang untuk masuk. Di sana, terlihat ada beberapa petugas keamanan berjaga mengenakan masker.

Sama halnya di taman Cikapayang Dago, yang mana ditaman tersebut biasanya ramai warga yang nongkrong disana, kali ini sepi. Terlihat pembatas di sisi-sisinya sebagai tanda ditutup bagi warga. Tidak hanya itu, arus kendaraan pun di jalan Ir. H Djuanda pun terlihat begitu lengang bahkan kendaraan yang digunakan dapat melaju hingga mencapai kecepatan 60 kilometer/jam. Biasanya, ruas Jalan Dago dipadati kendaraan hingga terjadi kemacetan. Di Jalan Dago terlihat adanya maklumat Kapolri yang ditulis pada spanduk ditempatkan di sisi jalan.

Petugas kepolisian yang berjaga di pos mengatakan, ruas Jalan Dago sempat ditutup pada pukul 09.00 WIB lalu kembali dibuka pukul 11.00 WIB. Penutupan dilakukan secara fleksibel untuk mengurangi aktivitas warga.

"Tadi jam 09.00 WIB ditutup terus dibuka lagi jam 11.00 WIB. Alhamdulillah, sekarang mah situasi sepi. Waktunya fleksibel," ujar petugas Lalulintas Polrestabes Bandung yang melakukan pengamanan di Pos Polisi Cikapayang. Pantuan kembali dilakukan ke Jalan Asia-Afrika dan Jalan Braga.

Di sana pun ruas jalan terlihat lengang dari kendaraan dan aktivitas warga. Sejumlah perkantoran maupun pertokoan yang berada di sisi jalan terlihat tutup. Sejumlah warga yang melintasi jalan tersebut terlihat mengenakan masker.

Menurut Kasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan penutupan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandung hanya dilakukan apabila ada potensi keramaian. Sehingga, kata dia, setiap harinya kebijakan pemberlakuan penutupan sejumlah jalan protokol di Kota Bandung berbeda-beda, melihat dari potensi keramaian yang terjadi.

"Jadi konsepnya itu kita melihat situasi, jadi kita lihat masyarakat sudah mulai ada keramaian, lalu kita lakukan penutupan," kata Bayu mewakili Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (30/3/2020).

Hari ini, kata dia, penutupan hanya dilakukan di Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Jalan Asia-Afrika. Penutupan itu menurutnya hanya berlangsung sekitar satu jam, mulai dari jam 10.00 WIB hingga jam 11.00 WIB.

"Seperti tadi, kita itu lakukan penutupan tapi di trotoar masih sepi, ya sudah kita biarkan arus lalu lintas berjalan normal. Tapi saat aktivitas masyarakat berkerumun, berkumpul semakin banyak, salah satu caranya adalah kita lakukan penutupan," katanya.

Masih dikatakan Bayu, pihaknya belum berencana melakukan penutupan ruas jalan lainnya seperti Jalan Merdeka, Jalan Diponegoro (Gasibu), dan Jalan Braga. Karena, kata dia, di kawasan tersebut belum ada potensi keramaian.

"Tapi sore kita cek lagi situasinya, jadi setiap waktu kita evaluasi, setiap waktu kita pantau aktivitas masyarakat sekitar tempat itu," jelas Bayu.

Menurutnya kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Apabila tidak ada keramaian, maka menurutnya arus lalu lintas pun akan tetap normal tanpa adanya penutupan jalan.

"Setiap waktu itu cara bertindaknya berbeda, tujuannya adalah mengurangi virus, dengan cara social distancing. Kalau itu masih bisa dipatuhi, Insyaallah arus lalu lintas akan tetap normal," jelas Bayu.

Menurutnya cara penutupan sejumlah ruas jalan protokol cukup ampuh mencegah keramaian masyarakat yang terjadi. Sehingga dengan demikian COVID-19 yang kini menjadi pandemi itu bisa segera teratasi.

"Kemarin Minggu yang biasanya ramai, Alhamdulillah setelah kita lakukan penutupan, masyarakat tidak ada yang berkerumun, tidak ada yang berada di trotoar, di pinggir jalan," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR