Peneliti UI Terus Kembangkan Alat Pembunuh Virus

Nasional

Senin, 30 Maret 2020 | 12:52 WIB

200330124817-penel.jpeg

ist

TIM Peneliti Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengembangkan dua prototipe alat untuk membunuh sumber penyakit berupa virus dan bakteri dengan sinar ultraviolet (UV). Kedua alat tersebut yaitu alat yang dipegang di tangan (hand held) dan alat yang ditempel di dinding (room sterilizer) yang khusus dirancang untuk keperluan medis.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Abdul Haris menuturkan, kedua alat tersebut akan membantu Rumah Sakit yang saat ini kewalahan mendapatkan alat bantu disinfektan. Selama ini, disinfektan tengah mengalami kelangkaan dan harganya pun melambung karena wabah virus Covid-19.

"Saat ini tengah disiapkan enam unit Prototipe kedua alat tersebut dan akan diuji coba di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)," katanya, Senin (30/3/2020).

Pengembangan prototipe instrumen oleh Tim Peneliti UI ini, ujarnya, merujuk kepada hasil penelitian tentang efektivitas gelombang UV C yang mampu membunuh spora, bakteri, beragam tipe jamur, cendawan, protozoa, dan beberapa tipe virus lainnya. Penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa sinar ultraviolet C dengan panjang gelombang 254 nm dapat membunuh bacillus anthracis (bakteri anthrax), e-coli (penyebab infeksi saluran pencernaan), dan difteri.

"Sinar UV C juga dapat membunuh virus seperti adenovirus (penyebab demam, radang tenggorokan, bronchitis dan pneumonia), virus hepatitis A, dan polio," tambah dia seperti ditulis wartawan "PR", Muhammad Ashari.

Menurut Abdul, uji coba prototipe instrumen ini akan digunakan untuk keperluan disinfektan alat-alat medis dan ruangan yang dipergunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien Covid-19. Kedua prototipe ini dikatakannya dirancang untuk dapat dimanfaatkan secara aman oleh institusi kesehatan dan fasilitas umum lainnya.

"Pemakaian alat ini harus bersamaan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan kaca mata pelindung," tuturnya.

Ia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, instrumen ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dan petugas kesehatan dalam aktivitas pemberantasan Covid-19. Sampai sekarang, katanya, instrumen ini belum diproduksi massal.

Menurutnya, Tim Peneliti UI yang telah mengembangkan alat ini mengajak semua pihak ikut berpartisipasi membantu memproduksi massal instrumen ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua institusi pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Partisipasi semua pihak diharapkannya bisa membantu pemerintah dalam memerangi epidemi yang mengancam semua eleman bangsa.

"Diharapkan, prototipe yang telah dihasilkan tim peneliti UI ini dapat meningkatkan jumlah produk kesehatan yang dapat diproduksi di dalam negeri," ujar Haris.

Ia menyebutkan, instrumen disinfektan menggunakan sinar UV ini dikembangkan oleh Peneliti FMIPA UI serta menggandeng peneliti lainnya dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi UI dan Science Techno Park UI.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR