Memprihatinkan, Industri di KBB Masih Beroperasi di Tengah Pandemi Covid-19

Bandung Raya

Senin, 30 Maret 2020 | 12:42 WIB

200330124131-mempr.jpg

dok

ilustrasi

MASIH banyaknya industri atau perusahaan di Kabupaten Bandung Barat yang tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 mengundang keprihatinan. Tingginya aktivitas pekerjaan dari para buruh atau pegawai pabrik sangat rentan terkena corona.

"Kebetulan saya pernah berapa kali melihat para buruh pulang kerja. Bisa ratusan orang sekali pulang. Mereka keluar pabrik secara bergerombol sama sekali tidak menerapkan anjuran social distancing. Ini sangat membahayakan jiwa mereka," kata anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan di Padalarang, Senin (30/3/2020).

Menurut Dadan, masih banyaknya pabrik atau perusahaan yang belum meliburkan karyawannya sangat rentan penyebaran virus corona. Oleh karena itu, Pemkab Bandung Barat diminta untuk segera menutup pabrik.

"Di daerah lain sudah merupakan kebijakan penutupan sementara pabrik. Harusnya di Bandung Barat juga diberlakukan kebijakan serupa. Saya menilai ini sebuah kebijakan manusiawi. Menyelamatkan para buruh sekaligus memutus penyebaran," tandasnya.

Ia tidak memungkiri ada beberapa pabrik yang memiliki mesin produksi yang harus dioperasikan 24 jam. Untuk menyiasatinya pabrik memberlakukan jam operasional secara shif.

"Bisa saja hari ini yang satu kerja, besok libur. Tapi sekali lagi, alangkah lebih manusiawi jika berhenti total saja dahulu. Apalagi kondisi perekonomian sedang kurang baik, yang tentunya juga dirasakan oleh perusahaan. Sehingga kalaupun berproduksi, penyerapan oleh pasarnya sangat rendah," tuturnya.

Sekalipun tutup sementara, lanjut politisi dari Partai Golkar ini, pihak perusahaan tetap harus memperhatikan upah karyawannya. Minimal pekerjaannya tetap mendapat gaji pokok.

Sebenarnya, Pemkab Bandung Barat sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Bandung Barat Nomor 800 /765-Disnakertrans tentang Perlindungan Pekerja dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Corona Vrus Disease (Covid -19).

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dalam surat tertanggal 24 Maret 2020 itu menyebutkan, dasar dari diterbitkannya surat edaran tersebut adalah Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No M/HK.04/III/2020 tentang Perlindungan Pekerja /Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Bupati mengimbau kegiatan perusahaan untuk sementara waktu dapat dihentikan atau dibatasi seluruh atau sebagian kegiatan usaha sampai batas minimal seusai dengan situasional dan kondisional.

"Dalam melaksanakan perlindungan pengupahan bagi pekerja terkait pandemi Covid-19 mengacu pada surat edaran Menaker Nomor /3/HK.04/III/2020 diktum poin II agar dilakukan perundingan bipartit," katanya

Bupati menambahkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada pekerja /buruh dengan mengintegrasikan Program K3. Pemberdayaan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja di perusahaan

Di akhir surat edaran tersebut, juga dituliskan informasi terkait penyebaran dan panduan Covid -19 dapat menghubungi hotline Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat 089522434611.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR