Lockdown Corona Bikin Warga Miskin Makin Susah, PM India Sampaikan Permohonan Maaf

Dunia

Senin, 30 Maret 2020 | 12:22 WIB

200330121402-lockd.jpg

vox.com

PERDANA Menteri India, Narendra Modi, meminta maaf kepada rakyat karena menerapkan lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah wabah virus corona atau Covid-19. Permintaan maaf itu dia khususkan kepada kaum miskin, yang menerima pukulan terberat dari lockdown itu karena mereka sulit mendapatkan penghasilan harian.

"Saya minta maaf karena menerapkan langkah yang sangat berat ini, yang menyebabkan kesulitan bagi hidup Anda, terutama kaum miskin," terang Modi dalam pidato bulanan di stasiun radio pemerintah, seperti yang dikutip stasiun berita Aljazeera.

Dia memahami bila sebagian rakyat India marah atas keputusan lockdown yang dia buat. "Namun langkah sulit ini diperlukan untuk memenangkan pertempuran (atas virus Corona) ini," lanjutnya.

Dilansir kembali dari vivanews.com, pemerintah sejak 25 Maret lalu menerapkan lockdown di seluruh India sejak 25 Maret 2020 selama 3 pekan. Ini merupakan lockdown terbesar di dunia, karena melibatkan sekitar 1,3 miliar rakyat India.

Menurut stasiun berita BBC, selama lockdown, warga dilarang ke luar rumah. Semua tempat usaha yang non-esensial harus ditutup dan pertemuan yang melibatkan banyak orang dilarang.

Kebijakan itu lah yang membuat eksodus rakyat India dari kota-kota besar, seperti Ibu Kota Delhi. Banyak buruh migran di sana terpaksa jalan kaki ke kampung halaman karena transportasi umum pun sudah tutup layanan. Bahkan Sabtu pekan lalu dilaporkan ada seorang warga yang meninggal setelah kelelahan jalan pulang ke kampung halaman dari Delhi, yang berjarak sekitar 270 km.

Pemerintah India pekan lalu telah mengumumkan bantuan senilai 22 miliar dolar AS bagi kaum miskin, termasuk makanan gratis dan bantuan langsung tunai. Namun, muncul kekhawatiran bantuan itu bakal tidak sampai ke pihak yang benar-benar membutuhkan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR