Di Purbalingga, Pemudik Wajib Kantongi Surat Sehat dan Isolasi Diri

Nasional

Senin, 30 Maret 2020 | 07:10 WIB

200330071208-di-pu.jpg

Eviyanti/PR

GELOMBANG pemudik dari kota besar ke daerah  membuat warga di daerah was-was. Warga menilai pemudik menjadi ancaman penyebar virus corona.

Sejumlah desa di beberapa kabupaten mulai juga membuat langkah ekstrem dengan memblokir jalan menuju desa, dan menolak perantau masuk. Blokir jalan sebagai langkah antisipasif penularan virus corona.  

Seperti dilakukan di warga  Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Perangkat desa dan pemuda setempat mensyaratkan mereka untuk melengkapi dirinya dengan  surat sehat dan kesediaan perantau untuk isolasi diri selama 14 hari.

"Ini syarat agar  pendatang bisa diterima kembali di kampung halamannya," kata  Kadus I Tlahab Lor, Teguh Sugiyanto kepada wartawan PR, Eviyanti, Minggu (29/3/2020).

Langkah ekstrem tersebut karena pemudik menolak untuk cek kesehatan. Di sisi lain warga merasa terancam dengan kemungkinan penularan virus corona yang dibawa pemudik.

"Soalnya mereka datang dari zona merah Covid-19. Kita tidak bisa menjamin kondisi kesehatannya baik baik saja," terangnya.

Namun ia telah mengimbau kepada para pemudik untuk melakukan tes kesehatan di Puskesmas terdekat dan melakukan isolasi mandiri selama beberapa yang telah ditentukan sehingga warga lain akan merasa terjamin kesehatannya.

Termasuk mengarahkan para sopir travel masuk menuju Balai Desa agar pemudik dites, Pemdes juga menggerakkan para pemuda untuk membuat portal jalan agar setiap pemudik tidak luput dari pengawasan dan mendapat tahapan penanganan yang telah ditetapkan.

"Kami  mengajak para pemuda membuat portal jalan sementara hingga wabah berakhir. Jadi skemanya nanti mobil travel akan dihentikan dulu atau yang turun dari bus lalu diarahkan ke balai Desa kemudian diukur suhu tubuhnya dan prosedur-prosedur lain yang harus dilewati,” ujarnya.

Langkah tersebut katanya  bukan untuk membatasi para pemudik pulang ke kampong halaman namun lebih pada upaya pencegahan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR