Besok, Pemkot Bandung Berikan Bantuan pada Warga Miskin yang Terdampak Covid-19

Kabar Balai Kota Bandung

Minggu, 29 Maret 2020 | 15:44 WIB

200329155238-besok.jpg

PEMKOT Bandung akan membagikan bantuan kepada warga miskin, yang terdampak pembatasan aktivitas saat pendemi virus corona atau Covid-19, mulai Senin (29/3/2020) besok.

Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, dan mi instan senilai Rp 200 ribu. Bantuan tersebut, akan disebar melalui kecamatan namun tetap menghindari kerumunan warga.

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Tono Rusdiantono mengatakan bahwa pihaknya bersama Forum Bandung Sehat (FBS) sudah mendata sekitar 22 ribu kepala keluarga (KK) dari golongan desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), yang tidak mendapat program bantuan dari pemerintah.

"Sasarannya adalah mereka yang belum mendapatkan bantuan semacam PKH (Program Keluarga Harapan), sembako dan bantuan sosial lainnya. Karena yang mendapat bantuan itu sudah jelas datanya dari pemerintah, maka diutamakan bagi yang belum dapat bantuan dari pemerintah," ungkapnya saat dihubungi via telepon, Ahad (29/3/2020).

Menurutnya di Kota Bandung terdata sekitar 133 ribu KK warga miskin yang terdiri dari desil 1, desil 2, desil 3 (rentan miskin) dan desil 4 (hampir miskin). Lebih jauh, pihaknya mendahulukan dari kalangan desil 1 dan 2 yang jumlahnya terdata sekitar 88 ribu KK.

Dari 88 ribu KK tersebut, sekitar 61 ribu KK sudah terakomodir dan mendapatkan beragam program bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga Pemkot Bandung harus memprioritaskan yang belum memperoleh bantuan, setelah proses verifikasi dan validasi jumlahnya mencapai sekitar 22 ribu KK.

"Bukan berarti yang desil 3 dan desil 4 ini tidak penting, mereka tetap kami data. Tapi untuk saat ini kita utamakan yang desil 1 dan desil 2 ini karena mereka akan sangat berat," ujarnya.

Tono menerangkan jika seluruh desil 1 dan desil 2 sudah terakomodir, maka bantuan akan menyasar ke desil 3 dan desil 4. Pihaknya memastikan bantuan bisa terdistribusi secara merata kepada masyarakat dan tidak terjadi tumpang tindih.

Seperti rencana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ia menerangkan bahwa bantuan tersebut harus sampai pada warga Kota Bandung yang sama sekali belum mendapatkan bantuan. Karena dinilai dampak pendemi virus corona ini akan meluas kepada lebih banyak orang.

“Kelihatannya dari Pemprov belum turun sekarang kita dahulukan dari Pemkot dulu. Nanti diarahkan tidak dobel, tapi kita harus punya data yang benar. Bantuan dari Pemprov ini tidak boleh overlap, kita harus mencari penerima yang lain," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR