Pemprov Jabar Siapkan Pusat Isolasi Mandiri Covid-19 di Kota Cimahi

Bandung Raya

Minggu, 29 Maret 2020 | 14:50 WIB

200329145356-pempr.jpg

PEMPROV Jawa Barat mempersiapkan Pusat Isolasi Mandiri COVID-19, dengan memanfaatkan fasilitas milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar di Kota Cimahi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan, Pusat Isolasi Mandiri sebagai langkah preventif sekaligus rehabilitatif, dalam proses perawatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tanpa gejala.

"Jadi misalnya untuk pasien-pasien (PDP) yang tadinya positif lalu jadi negatif, tapi mereka masih harus dijaga. Karena yang negatif dua kali yang baru boleh pulang, jadi yang negatif baru satu kali dipindahkan ke sini (Pusat Isolasi Mandiri)," ungkapnya di Kota Bandung, Ahad (29/3/2020).

Menurutnya bagi pasien lain, yakni ODP yang takut menularkan kepada anak dan keluarganya, dapat berada di fasilitas Pusat Isolasi Mandiri selama 14 hari.

Pihaknya bekerja sama dengan RSUD Kesehatan Kerja (RSKK) Jabar untuk menyediakan kurang lebih 150 tenaga kesehatan, yang akan bersiaga di Pusat Isolasi Mandiri. Selain itu, RSKK juga akan menunjang peralatan kesehatan yang dibutuhkan.

"Perawat 40 orang, dokter 13 orang, juga ada farmasi dan tenaga medis lainnya. Total 150 orang dari RSKK. Penunjang peralatan medis dan nonmedis semua dari RSKK," katanya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Jabar, Muhamad Solihin siap mendukung upaya Pemprov Jabar dalam menangani pandemi COVID-19, dengan menyediakan lebih dari 500 kamar untuk fasilitas Pusat Isolasi Mandiri.

"Untuk kamar itu ada sekitar 235 kamar. Sementara untuk bungalow, ada 80 bungalow masing-masing 4 kamar, jadi ada 320 kamar. Pada prinsipnya, kamar-kamar dan fasilitas yang kami siapkan bisa dipergunakan," terangnya.

Dikatakannya BPSDM Jabar sebagai fasilitas pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Jabar, tidak hanya siap menjadi Pusat Isolasi Mandiri di tengah upaya melawan dan menangani pandemi COVID-19. Tetapi dapat juga, untuk menampung tenaga kesehatan yang mengalami permasalahan sosial saat kembali ke lingkungan tempat tinggal.

"Kami siap untuk menampung para penderita (COVID-19) maupun para perawat, tenaga medis, dan paramedis. Saya dapat informasi dari Dinas Kesehatan, ada beberapa orang tenaga medis dan paramedis yang mengalami permasalahan sosial di lingkungan tempat tinggalnya," tambahnya.

Hingga hari ini, Ahad, BPSDM Jabar telah menjadi tempat tinggal sementara bagi 52 perawat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung yang sehari-harinya melakukan close contact dengan pasien COVID-19.

Mereka yang ditampung itu bekerja di beragam unit Gedung Kemuning RSHS sebagai pusat penanganan COVID-19, mulai dari Isolasi Kemuning 1, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kemuning Ring 1, High Care Unit (HCU) Kemuning, serta Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIIKK).

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR