Di Tengah Ancaman Wabah Covid-19, Para Petani Melaksanakan Panen Raya

Bandung Raya

Minggu, 29 Maret 2020 | 13:55 WIB

200329135854-di-te.jpg

DI tengah ancaman penyebaran wabah virus corona (covid-19), sejumlah petani dari Kelompok Tani (Poktan) Sumber Mukti Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung tetap melaksanakan panen raya, Ahad (29/3/2020). 

Panen raya itu pada lahan seluas 50 hektare dari luas sasaran panen raya mencapai 689 hektare.

Direncanakan panen raya akan berlangsung hingga akhir bulan April 2020 mendatang, setelah panen raya sudah berlangsung sepekan ini. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H A Tisna Umaran, M.P., melelalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. Ina Dewi Kania, M.P., mengatakan puncak panen raya padi dan jagung di Kabupaten Bandung pada Maret sampai April 2020 mendatang.

"Kebutuhan pangan terutama beras di Kabupaten Bandung sampai bulan Mei aman, tidak perlu panic buying di tengah wabah virus corona ini," kata Ina kepada galamedianews.com saat memantau pelaksanaan panen raya padi di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay. 

Di tempat sama, Ketua Poktan Sumber Mukti Desa Sumbersari, Asep Hermawan mengatakan, di tengah wabah virus corona, para petani di Desa Sumbersari sudah mulai melaksanakan panen raya secara bertahap dalam beberapa hari terakhir ini. Mengingat para petani tak bisa membiarkan tanaman padi yang sudah waktu panen raya tersebut. 

"Di tengah ancaman wabah virus corona, para petani tetap melaksanakan panen raya seperti biasa. Namun dalam pelaksanaan panen raya kali ini berbeda dengan situasi dan kondisi sebelumnya. Disaat panen raya, para petani mengenakan masker untuk alat pelindung diri dari ancaman wabah virus corona sebagai bentuk meningkatkan kewaspadaan penularan wabah virus corona," kata Asep.

Untuk mewaspadai ancaman penularan virus corona, kata Asep, para petani tak melaksanakan panen raya pada pagi hari, melainkan pada siang hari disaat sinar matahari sudah terasa panas. 

"Panen raya dilaksanakan siang hari atau paling tidak lewat dari pukul 08.00 WIB sampai jelang zuhur, setelah sinar matahari terasa panas. Dengan harapan sinar matahari dapat mencegah penularan wabah virus  corona," katanya. 

Menghadapi musim panen raya tahun ini, para petani pun tak bisa tinggal diam dan menunda tanaman padi siap panen raya. Meski begitu para petani juga ketakutan dalam menghadapi kondisi penyebaran wabah covid-19 tersebut. 

"Pelaksanaan panen raya ini untuk ketersediaan pangan nasional. Walau dalam kondisi wabah virus corona, panen raya harus tetap dilaksanakan," kata Asep. 

Ia mengatakan melaksanakan panen raya pada varietas padi Ciherang, Inpari dan IR64 ini untuk mengejar waktu masa tanam kedua dalam upaya mengantisipasi kekurangan air karena menghadapi kemungkinannya terjadi  musim kemarau. 

"Ini juga setelah dilakasanakan panen raya, langsung membuat penyemaian baru tanaman padi untuk segera melaksanakan penanaman kembali pada masa tanam kedua," ujarnya.

Untuk mempersiapkan masa tanam berikutnya, katanya, para petani sudah mendapatkan bantuan benih dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung pada setiap tahunnya. 

"Persediaan benih sudah aman. Para petani tinggal melaksanakan penyemaian, setelah panen raya ini beres dilaksanakan," katanya. 

Dikatakan Asep, produksi gabah asal Desa Sumbersari itu, bisa menghasilkan 7,4 ton gabah kering panen per hektarnya. Setelah melewati proses penjemuran mencapai 6-6,2 ton gabah kering giling. 

Beras yang dihasilkan para petani di Desa Sumbersari itu, katanya, tak hanya untuk pemenuhan pangan masyarakat Kabupaten Bandung, melainkan banyak yang didistribusikan ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya. 

"Beras asal Sumbersari Ciparay cukup bagus. Sehingga dapat menunjang untuk kebutuhan pangan di Kabupaten Bandung dan nasional," tuturnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR