Dikepung Zona Merah Covid-19, Garut Pertimbangkan Lockdown

Daerah

Minggu, 29 Maret 2020 | 13:35 WIB

200329133030-dikep.jpg

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut mempertimbangkan untuk memberlakukan lockdown lokal. Apalagi saat ini Garut sudah dikepung daerah zona merah, sehingga perlu diambil tindakan sebagai langkah antisipasi.

Meskipun sejauh ini belum ditemukan adanya kasus positf Covid-19 di Kabupaten Garut, namun setiap harinya angka ODP dan PDP terus melonjak tajam. Total hingga Ahad (29/3/2020) hari ini terdapat 543 ODP dan 15 PDP.

"Masih digodok ke arah lockdown. Banyak perimbangan yang mengarah ke sana (lockdown). Terutama Garut sudah dikelilingi daerah zona merah," ujar Wakil Bupati Garut, dr.Helmi Budiman, Ahad (29/3/2020).

Menurut Helmi, kebijakan pemberlakuan lockdown tersebut akan ditentukan pada hari ini dalam rapat Forkopimda. Pertimbangan lokal lockdown bisa saja diambil demi kesehatan warga Kabupaten Garut.

Sementara itu, kebijakan pemberlakuan lokal lockdown tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet. Tidak sedikit warganet yang meminta Pemkab Garut agar segera menerapkan lockdown.

Warganet menggunakan tagar karantina wilayah untuk meminta penerapan lockdown.

Instruksikan Camat

Sebelumnya, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menginstruksikan seluruh Camat dan kepala desanya memantau warganya yang datang ke Kabupaten Garut.

"Saya instruksikan kepada para camat seluruh Kabupaten Garut secara estafet mengambil langkah-langkah konkret, diantaranya dengan menelepon para kepala desa di lingkungannya masing-masing," ucapnya.

Bupati juga mengingatkan, agar RW mendata dan melakukan proses pemantauan kepada warganya yang baru pulang dari Jakarta, Botabek, atau Bandung atau dari manapun. Menurutnya, bila yang bersangkutan demam, suhu tubuhnya tinggi, atau gejala lain yang membuatnya tidak nyaman, RW atau kepala desa dan seluruh perangkatnya agar segera membawa ke puskesmas terdekat.

"Puskesmas akan melakukan pemantauan kesehatan yang nantinya akan dilaporkan kepada kami," katanya.

Rudy pun kembali menekankan agar para camat memperhatikan hal tersebut sebab ini sudah menjadi persoalan yang serius. Terlebih, lanjutnya, ODP di Kabupaten Garut sudah mencapai lebih dari 500 orang yang dinilainya berbahaya.

Rudy menyebutkan, pihaknya juga ingin mempertahankan Garut dalam kondisi negatif dari virus corona. Apalagi kondisinya terkepung daerah lain yang sudah positif corona.

"Saya mohon perhatian camat, ini serius, ini masalah kemanusiaan dan tanggung jawab kita semua," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR