Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Cimahi Pikirkan untuk Lockdown

Bandung Raya

Minggu, 29 Maret 2020 | 11:50 WIB

200329115523-kasus.jpg

Laksmi Sri Sundari

JUMLAH kasus Virus Corona (Covid-19) di Kota Cimahi terus bertambah. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi sedang memikirkan mengambil langkah mengisolasi kawasan atau lockdown, agar warga yang terpapar virus mematikan ini tidak bertambah banyak.

"Kami cukup khawatir dengan kondisi saat ini, dimana warga yang terdampak Covid-19, baik yang ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ataupun susfect di Cimahi terus bertambah," ungkap Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna, Ahad (29/3/2020).

Ajay menyebutkan, berdasarkan data yang diterimanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga 27 Maret 2020, di Cimahi terdapat 102 ODP, 11 PDP, dan 5 positif Corona. Dari total 102 ODP, sebanyak 27 orang telah selesai diperiksa, dan hasilnya negatif, 75 lainnya masih di pantau. Sementara dari 11 PDP ada 4 orang yang negatif, dan 7 dalam pengawasan.

Sedangkan dari 5 yang positif, dua meninggal dunia dan yang tiga sedang diisolasi.

Menurutnya data statistik angka itu menunjukkan jika trend-nya terus mengalami peningkatan sejak kasus pertama muncul di Cimahi. Oleh karenanya selain melakukan upaya penyemprotan disinfektan, pihaknya sedang membahas langkah perlu dan tidaknya melakukan isolasi kawasan. Termasuk juga memperhatikan daerah perbatasan, seperti di Padasuka yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Cibeureum yang berbatasan dengan Kota Bandung, dan Nanjung yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, Cimahi merupakan kota lintasan dari berbagai daerah. Ada berbagai perbatasan dengan Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan KBB yang memiliki intensitas volume kendaraan yang cukup padat.

"Kalau untuk Lockdown se-Kota Cimahi sulit, tapi untuk isolasi kawasan bisa saja. Tapi itu juga harus diperhitungkan dengan matang, karena banyak juga warga Cimahi yang bekerja sekarang untuk makan hari ini," tuturnya.

Secara tegas, dirinya meminta kepada warga Cimahi untuk tidak main-main dalam menghadapi virus ini. Wilayah Cimahi dengan kepadatan penduduknya memiliki kerentanan yang cukup tinggi, apalagi jika masyarakat tidak disiplin berdiam diri di rumah. Bahkan informasi yang didapatkannya masih ada warga melakukan aktivitas mengumpulkan banyak orang.

"Ini demi kebaikan bersama, sebaiknya di rumah saja. Soal pemberian kompensasi ke warga yang tidak bekerja sedang kami pikirkan juga," sebutnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR