Pontren Ini Setuju Pemerintah Lakukan Lockdown untuk Mencegah Covid-19

Bandung Raya

Sabtu, 28 Maret 2020 | 16:51 WIB

200328165109-pontr.jpg

voa-islam.com

ilustrasi

PIMPINAN Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istiqomah, Kabupaten Bandung, Ahmad Fauzi Imron sangat setuju jika pemerintah, minimal pemerintah daerah melaksanakan lockdown terkait penanganan pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Dilakukannya lockdown, kata dia, diharapkan dapat mencegah kerumunan warga yang berpotensi memicu penularan virus corona.

"Berkaitan dengan kebijakan pemerintah, misalnya akan dilaksanakan lockdown, kami dari pesantren sangat setuju karena untuk kemaslahatan umat. Kebijakan lockdown bagian dari ikhtiar untuk mencegah penularan virus corona," kata Ahmad saat menyaksikan aksi sosial penyemprotan disinfektan dari DPC PKB Kabupaten Bandung di lingkungan Ponpes Al-Istiqomah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/3/2020).

"Selain ikhtiar dengan cara lahiriyah, kita juga selalu berdoa dan membaca sholawat serta berzikir kepada Allah SWT. Dengan harapan bisa terhindari dari bencana," sambungnya.

Disamping itu, Ahmad juga mengatakan, adanya pelaksanaan isolasi atau karantina terhadap ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan) bisa menjadi solusi untuk percepatan dalam penanganan wabah virus corona.

Lebih lanjut Ahmad mengakui, ponpesnya sejauh ini sudah menerapkan kebijakan menghentikan sementara kegiatan di lingkungan ponpes. Santri sudah dilibuarkan dan pulang ke rumahnya masing-masing. Ia merasa tenang karena para santri sudah memahami dampak dari adanya wabah virus corona ini.

"Para santri selalu mendengar terkait dengan tata cara pencegahan penularan wabah yang disampaikan para ulama. Tentunya berdasarkan pada literatur keagamaan. Para santri sangat memahami bahaya penularan wabah virus corona, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegahnya," ujarnya.

Di lingkungan ponpes itu, Ahmad membimbing sekitar 400 santri di antaranya menempati 15 lokal santri putra dan 24 lokal santri putri. Di samping itu ada santri yang pulang ke rumahnya masing-masing.

"Ketika mereka dipulangkan ke rumahnya dan diliburkan dari sekolah, jangan sampai mereka justru mendatangi tempat-tempat keramaian atau kerumunan warga," tuturnya.

"Semoga persoalan ini segera tuntas, supaya masyarakat kembali aman dan nyaman," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR