Warga Inggris Bertepuk Tangan Sebagai Penghargaan pada Tenaga Medis yang Rawat Korban Covid-19

Dunia

Jumat, 27 Maret 2020 | 20:44 WIB

200327205113-warha.jpeg

WARGA Inggris bertepuk tangan meriah dari jendela, balkoni, dan pintu rumah mereka masing-masing tepat pada pukul 8 malam waktu Inggris, Kamis (25/3), sebagai cara memperlihatkan penghargaan mereka untuk para pekerja kesehatan, yaitu pahlawan yang tergabung dalam The National Health Service (NHS), seperti perawat dan dokter yang selama ini tak kenal lelah dalam menolong orang yang terpapar virus corona (COVID-19).

Inisiatif tepuk tangan bersama-sama itu dinamakan "Clap For Carers", dan diikuti oleh warga Inggris yang sedang diperintahkan untuk tetap tinggal dalam rumah, bahkan oleh mereka yang sedang ada di jalan-jalan, seperti pengendara mobil dengan membunyikan klakson mereka.

Bahkan Perdana Menteri Boris Johnson pun ikut bergabung, bersama-sama dengan Kanselir Menteri Keuangan Rishi Sunak, di luar kediaman resmi PM di 10 Downing Street .

“Atas nama seluruh negara, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua perawat, dokter, staf dukungan, dan perawat NHS yang bekerja keras untuk melawan coronavirus ???? #ClapForOurCarers #ClapForNHS. Untuk membantu mereka, dan melindungi NHS, kami membutuhkan semua orang untuk tetap di rumah #StayHomeSaveLives”.

Walikota London Sadiq Khan, Sekretaris Kesehatan Matt Hancock dan Kanselir Shadow John McDonnell termasuk di antara pejabat Inggris yang memuji penghargaan yang berikan oleh masyarakat Inggris untuk para pahlawan kesehatan negara Eropa itu.

Video yang diposting di akun Instagram Kensingtonroyal menunjukkan Pangeran George, Puteri Charlotte dan Pangeran Louis bertepuk tangan untuk berterima kasih kepada semua staf layanan kesehatan "yang bekerja tanpa lelah" dalam membantu mereka yang terkena dampak COVID-19.

Beberapa hari sebelumnya ada sebaran di media sosial seperti grup WA yang mengajak semua orang yang ada di Inggris untuk memberikan penghargaan kepada pahlawan kemanusiaan.

“Saya mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam WhatsApp Grup anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI London untuk ikut memberikan penghargaan kepada pekerja NHS,” ujar Caya Fairrie kepada Antara London, Jumat.

“Kami bertepuk tangan selama 10 sampai 15 menit bercampur rasa bangga. Negara ini punya healthcare system yang ampuh saya percaya bisa menangani krisis COVID-19 saat ini,” ujar Caya yang sudah sejak lama menetap di London.

Caya mengaku bahwa ia juga merasa sedih dan terharu karena berapa besarnya pengorbanan para pekerja kesehatan yang hingga mempertarungkan nyawa sendiri untuk menolong masyarakat di Inggris.

Tepuk tangan biasanya diberikan sebagai tanda penghargaan saat usai penampilan musik atau pertunjukan seni lainnya, karena penonton merasa puas dengan para artis yang tampil. Orang-orang di seluruh negeri telah mengambil bagian dalam tepuk tangan meriah untuk para pahlawan kesehatan garis depan yang mempertaruhkan hidup mereka melawan pandemi virus corona.

Siti Wahadi, perempuan Indonesia, di laman FB nya juga mengajak rekan-rekannya untuk memberikan penghargaan untuk para pekerja kesehatan.

“Please share this everyone for NHS to say thank you,” tulis Siti Wahadi yang sudah lama menetap di London bersama sang suami yang berwarganegara Inggris.

Pekerja sosial dan dokter serta perawat juga punya keluarga - anak dan istri, serta orang tua. Namun, demi tugas, mereka rela tidak berdiam di rumah, walau itu sangat bahaya untuk mereka, ujar Siti, yang bekerja di Day Nursery, dan aktif dalam organisasi Induk di Inggris.

”Kami sangat bangga dengan NHS, tanpa mereka, kami tidak ada apa-apanya. Mereka bekerja sangat keras untuk kita semua di UK, (walau) berisiko bagi hidup mereka. Cara bertepuk tangan adalah yang terbaik untuk mendukung mereka agar mereka bahagia bahwa kita ada di belakang mereka," tambah Siti Wahadi.

Tepuk tangan meriah di tingkat nasional datang setelah Pemerintah Inggris mengumumkan paket dukungan senilai £ 9 miliar bagi pekerja wirausaha (self-employed workers) yang secara ekonomi terdampak wabah virus corona itu. Setiap orang maksimum mendapat £ 2.500 sebulan.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Inggris mengumumkan 578 orang meninggal dunia karena virus corona hingga 25 Maret sore, dan jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 11.658 orang hingga 26 Maret.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR