PSSI: Force Majeure, Liga 1 dan 2 Bisa Dihentikan

Liga Indonesia

Jumat, 27 Maret 2020 | 20:32 WIB

200327203309-pssi-.jpg

net

PSSI sebagai induk sepak bola Tanah Air sudah mengeluarkan kebijakan baru terkait keberlangsungan Liga 1 dan 2 tahun 2020. Setelah sebelumnya menghentikan sementara liga, kini PSSI mengeluarkan keputusan lanjutannya.

Liga 1 dan 2 sudah dihentikan sejak 16 Maret 2020, akibat pandemi virus Corona atau Covid-19. Kabar terbaru, PSSI mengeluarkan keputusan terkait force majeure. Keputusan dikeluarkan hari ini, Jumat (27/3/2020).

Surat keputusan PSSI diberikan kepada PT Liga Indonesia Baru, Komite Eksekutif PSSI dan klub Liga 1 dan 2 2020. Surat tersebut mempertimbangkan arahan Presiden Republik Indonesia terkait penyebaran Covid-19, maklumat kepolisian negara dan surat keputusan dari BNPB.

Dilansir dari viva.co.id, ketetapannya adalah Maret hingga Juni 2020 masuk dalam force majeure. Dengan kata lain, jika dalam periode hingga Juni 2020 tidak ada perpanjangan masa darurat dari pemerintah, kompetisi digulirkan kembali. Namun jika diperpanjang, kompetisi akan dihentikan.

"Jika status keadaan darurat tidak diperpanjang oleh pemerintah, kompetisi akan kembali diputar pada 1 Juli 2020. Namun, jika keadaan darurat yang sudah ditetapkan pemerintah hingga 29 Mei diperpanjang, maka kompetisi 2020 akan dihentikan," begitu tulis PSSI yang suratnya ditandatangani Ketua Umum Mochamad Iriawan.

PSSI juga menjelaskan, di periode hingga Juni 2020 mendatang, klub Liga 1 dan 2 bisa melakukan perubahan kontrak kerja dengan pemain atau ofisial. Namun dengan syarat membayar gaji 25 persen dari kontrak yang sebelumnya disepakati.

"Hal-hal terkait teknis lainnya namun tidak terbatas pada penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub terhadap pihak ketiga, sistem promosi dan degradasi, akan diatur kemudian dalam Surat Keputusan yang terpisah," sambungnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR