Antisipasi Covid 19, Perantau Mudik Dini ke Jateng Dipantau Ketat

Nasional

Jumat, 27 Maret 2020 | 18:50 WIB

200327185352-antis.jpg

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meninjau penyiapan ruang perawatan khusus PDP Covid 19 di RSUD Bung Karno Semanggi

WALI KOTA Solo, FX Hadi Rudyatmo, bergerak cepat menyiapkan ruang perawatan khusus bagi pasien dengan pengawasan (PDP) yang tertular virus Corona (Covid 19), di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) "Bung Karno", Kampung Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Penyiapan ruang perawatan sebanyak 48 kamar di RSUD yang baru diresmikan beberapa bulan lalu itu, merupakan tindak lanjut surat edaran Gubernur Jawa Tengah (Jateng), tentang penanganan tenaga kerja migran pengidap Covid 19 dari perantauan ke kabupaten dan kota di Jateng.

Dalam surat edaran No. 443.5/0006220 tentang penanganan tenaga kerja migran dari perantauan ke kabupaten dan kota di Jateng, yang ditandatangani Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, tidak secara tersurat disebutkan penyiapan ruang perawatan bagi PDP Covid 19.

Pada butir pertama surat edaran, disebutkan, para bupati dan wali kota bersama Forkopimda harus menyiapkan lokasi pemberhentian dan perlengkapan untuk pemeriksaan suhu tubuh semua penumpang dan awak bus AKAP, travel dan angkutan sewa.

"Bilamana terdapat penumpang dan awak bus dengan suhu di atas 37,30 derajad Celsius, yang bersangkutan wajib memeriksakan kesehatan di rumah sakit rujukan menggunakan ambulance terstandar dan didampingi petugas kesehatan," tulisnya.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, khususnya hasil laboratorium, sambungnya, yang bersangkutan wajib melakukan karantina rumah selama 14 hari, terhitung sejak gejala dan tanda ditemukan Covid 19. Petugas kesehatan agar melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi yang bersangkutan beserta keluarganya.

Selanjutnya dilakukan pendataan identitas penumpang berupa foto KTP atau tanda pengenal, alamat lengkap tujuan dan nomor tetepon atau HP yang bisa dihubungi.

Dalam butir kedua surat edaran, Gubernur Jateng minta, bupati dan wali kota agar memerintahkan camat, kepala desa, kepala kelurahan, ketua RW dan ketua RT, untuk mendata warga yang baru datang dari perantauan.

"Terhadap tenaga kerja migran yang sampai di tempat tujuan (rumah), Bupati/Walikota agar memerintahkan kepada Camat, Kepala Desa/Kepala Kelurahan, Ketua RW/RT untuk melakukan pendataan dan mengoptimalkan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid 19 kepada warga (pemahaman Social and Physical Distancing, Isolasi Mandiri dengan berdiam diri dirumah), serta melakukan langkah-langkah sesuai protokol kesehatan, selanjutnya dilaporkan secara berjenjang," tulisnya.

Gubernur Jateng menandaskan, langkah-langkah yang diatur dalam surat edaran tersebut, merupakan antisipasi untuk memantau tenaga kerja migran asal Jateng yang mudik dini dari perantauan.

Menanggapi kebijakannya menyiapkan ruang perawatan di RSUD Bung Karno, Wali Kota Solo, menjelaskan, pasien yang dirawat di RSUD Bung Karno hanya pasien PDP. Tetapi jika penderita dinyatakan positif Corona atau kondisinya memburuk dia minta langsung dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR