Putus Mata Rantai Penyebaran Corona, Pemkab Bandung Barat Lakukan Disinfeksi Massal

Bandung Raya

Jumat, 27 Maret 2020 | 17:38 WIB

200327173811-putus.jpg

Dicky Mawardi

MENGANTISIPASI meluasnya wabah corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat bersama unsur TNI/Polri dan PMI melakukan gerakan penyemprotan cairan disinfektan atau disinfeksi secara massal, Jumat (27/3/2020). Penyemprotan melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unsur.

Lebih dari 20.000 liter cairan disinfektan yang digunakan untuk penyemprotan di wilayah Puskesmas Jayamekar (Kec. Padalarang), Puskesmas Padalarang (Kec. Padalarang) dan Puskesmas Cimareme (Kec. Ngamprah).

Cairan disinfektan diangkut dengan menggunakan tiga mobil pemadam kebakaran. Dimana setiap tangki mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter. Ditambah kendaraan dan mesin penyemprotan disinfektan lainnya.

Sebelum personel gabungan meluncur ke lokasi penyemprotan, dilaksanakan apel akbar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Sodikin di halaman UPT Damkar Kabupaten Bandung Barat, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang.

Sekda Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan ini bukan yang pertama namun sudah beberapa kali dilaksanakan dengan tempat dan lokasi berbeda.

"Tadi malam sudah disampaikan dalam rapat Forkopimda bahwa Bandung Barat sudah menetapkan darurat tertentu seperti surat edaran atau imbauan yang dikeluarkan oleh gugus tugas pusat yang diketuai oleh BNPB. Sesuai dengan pengumuman perpanjangan waktu darurat yang disampaikan bahwa kita juga mengikuti sampai 29 Mei," tutur Asep.

Menurutnya, satu hal yang terpenting bahwa dengan kondisi tersebut akan lebih masif lagi bersinergis untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 atau memutus mata rantai penyakit tersebut.

"Upaya yang kita lakukan ini bagaimana caranya memutus mata rantai penyebaran corona. Kalau kita kurang di pengobatan pasti kita akan kewalahan. Sehingga kita mencoba melakukan penyemprotan disinfektan di daerah-daerah," kata Asep yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD Kabupaten Bandung Barat ini.

Dijelaskannya, social distancing dan fisical distancing kemudian rapid test dan diam saja di rumah itu upaya yang masif yang dilakukan bersama.

Di tempat yang sama. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat Hernawan Widjajanto mengatakan, wilayah yang menjadi sasaran dari penyemprotan cairan disinfektan massal adalah yang banyak ditemukan orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Hernawan mengungkapkan sejauh ini di Bandung Barat terdapat 109 ODP, 82 PDP dan 4 positif. Dari 4 orang positif, 1 meninggal, 1 dalam perawatan di ruang isolasi RSHS, 1 sudah sembuh dan 1 orang yang baru diketahui positif dari hasil rapid test.

"Untuk temuan positif terbaru itu berdasarkan hasil rapid test. Untuk lebih pastinya kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR