Kedapatan Judi Togel Online, Tujuh Warga Diamankan Polisi

Halo Polisi

Jumat, 27 Maret 2020 | 17:08 WIB

200327170823-kedap.jpg

dok

ilustrasi

KEDAPATAN tengah bermain judi togel online, tujuh warga Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut diamankan polisi. Mereka ditangkap di salah satu rumah warga bersama sejumlah barang bukti, di antaranya bukti transfer, rekapan, dan juga sejumlah uang tunai.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Amrin Mappaseng mengatakan, ketujuh orang yang diamankan tersebut yaitu IR, DR, TR, DS, MI, AH, dan ES.

"Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Ada yang di daerah Desa Jati, ada juga di Desa langensari. Dua desa itu di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler," ujarnya, Jumat (27/3/2020).

Menurut Maradona, penangkapan terhadap para pejudi online tersebut berawal dari adanya laporan warga. Beberapa kali warga curiga terhadap aktivitas perkumpulan pada malam hari di rumah salah seorang pelaku.

Setelah mendapat informasi tersebut, terang Maradona, pihaknya yang tengah ikut patroli penanganan Covid-19 langsung bergerak ke lokasi yang dilaporkan warga tersebut.

"Di lokasi pertama kami menemukan empat orang yang ternyata sedang bermain judi togel online. Kami langsung bawa ke Mapolres bersama sejumlah barang bukti untuk diperiksa lebih lanjut," ucapnya.

Sementara di lokasi lainnya, lanjut Maradona, warga pun melaporkan adanya perkumpulan yang mencurigakan. Saat didatangi, ternyata diketahui ada tiga orang yang juga tengah berjudi togel online. "Semuanya langsung kami bawa juga ke Mapolres," katanya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, lanjut Maradona, diketahui mereka berjudi togel online Hongkong dan Sidney. Mereka mengumpulkan nomor yang dipasang oleh para pemasang dan disetorkan ke bandar dengan nomor rekening yang ada di website.

Maradona menyebutkan, dari para tersangka pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari uang tunai berjumlah jutaan rupiah, sejumlah telpon genggam, buku tabungan, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), kertas rekapan pemasangan judi, hingga bukti transfer.

"Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 303 ayat 1 ke 1e, ke 2e dan ayat 3 KUHP subsider Pasal 303 bis ayat 1 ke 1e KUHP subsider pasal 27 ayat 2 juncto pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang ITE," ucapnya.

Maradona menuturkan, pasal tersebut menjelaskan tentang tindak pidana dengan sengaja menyediakan atau memberi kesempatan khalayak umum untuk permainan judi dan atau dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

"Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR