Covid-19 Mewabah, Pencairan PKH Tahap III Dimajukan Jadi April

Bandung Raya

Jumat, 27 Maret 2020 | 14:00 WIB

200327140134-covid.jpg

MESKI Covid-19 tengah mewabah, penyaluran atau pencairan anggaran program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Bandung masih berjalan normal. Namun dalam proses pengambilan atau pencairan anggaran PKH itu ada pola pengaturan dalam upaya pencegahan penularan virus corona.

Pendamping Desa/Kecamatan Majalaya Hendrik Irawan Muslim mengatakan, dalam pencairan PKH tahap dua tahun ini, masih seperti biasa para keluarga penerima manfaat (KPM) mengambil bantuan PKH itu ke ATM.

"Tapi dijadwal per RW biar tidak terlalu menumpuk massa. Ada juga yang di BRILink dan agen BNI. Jadi pengambilan bantuanya disebar ke beberapa lokasi untuk mencegah penularan wabah virus corona," kata Hendrik kepada galamedianews.com di Majalaya, Jumat (27/3/2020).

Hendrik mengatakan, untuk penyaluran program PKH tahap tiga yang dijadwalkan pada Juli 2020 mendatang, kemungkinannya dimajukan ke April. Hal itu sesuai dengan informasi dari Kementerian Sosial RI.

"Nanti dalam penyalurannya diarahkan ke agen BNI atau BRI Link, untuk keamanan bagi KPM dalam kondisi darurat virus corona saat ini," kata Hendrik.

Ia mengatakan dengan pola pengaturan penyaluran PKH itu, agar tidak terjadi kegiatan berkumpul massa banyak.

"Terkait dengan rencana itu, kami masih menunggu informasi selanjutnya dari kementerian dan kordinator kabupaten," katanya.

Sebelumnya, pihaknya sempat menyampaikan imbauan kepada para KPM PKH, sehubungan dengan pelaksanaan pencairan bansos PKH tahap 2 di ATM/bank terdekat dan penyebaran covid-19/virus corona yang semakin meluas, terkait hal tersebut para pendamping PKH sempat menghimbau kepada para KPM PKH untuk bersama-sama  melakukan beberapa upaya pencegahan penyebaran virus.

"Pada saat pengambilan bansos di ATM/bank, yaitu bagi KPM yang sedang sakit harap memakai masker dan  membawa hand sanitizer, karena penyebaran virus bisa melalui tangan," ucapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR