Anggota HIPMI Garut Kebingungan untuk Lakukan Rapid Test, Terpaksa Isolasi Mandiri

Daerah

Rabu, 25 Maret 2020 | 19:36 WIB

200325193959-anggo.jpg

KETUA Badan Otonom BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Garut, Ervan Saeful Rohman, mengaku sudah mengetahui arahan dari Gubernur Jawa Barat lewat akun instagramnya.

Bahkan menurutnya, sudah sejak satu minggu ke belakang dirinya sudah mengisolasi diri dan tidak keluar rumah. Namun yang jadi permasalahan, terang Ervan, saat dirinya berkoordinasi dengan tim penanganan Covid-19 Pemkab Garut, tidak ada arahan yang jelas harus bagaimana dan kemana memeriksakan dirinya.

“Saya sudah coba telepon 119, tidak ada yang angkat, saya coba kontak Jubir tim penanganan Covid-19 Pemkab Garut, hanya disarankan memeriksakan diri ke Puskesmas, tapi Puskesmas kan tidak ada alat Rapid test-nya,” ujarnya saat dihubungi via aplikasi pesan, Rabu (25/3/2020).

Sementara Ketua Dewan Pembina HIPMI Garut, Ervin Luthfi menyampaikan hal serupa. Ervin mempertanyakan tidak adanya alat rapid test Covid-19 di Garut. Padahal, para pengurus HIPMI Garut yang hadir dalam acara Musda HIPMI Jabar di Karawang pada 9 Maret 2020 lalu sudah siap mengikuti arahan dari Gubernur Jawa Barat.

“Di Garut tidak ada alat rapid testnya, kita harus bagaimana, kita semua siap mengikuti arahan pak gubernur,” ucapnya.

Ervin menyebutkan, semua pengurus BPC HIPMI Garut yang hadir dalam Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang sampai saat ini kondisinya baik-baik saja, tidak ada satupun yang sakit. Namun demikain, lanjutnya, beberapa diantaranya telah mengisolasi diri sendiri di rumahnya demi kepentingan bersama sejak beberapa hari lalu.

“Kita tunggu arahan dari pemerintah sambil mengisolasi diri sendiri meski semua teman-teman kondisinya masih sehat, tidak ada yang mengeluhkan sakit atau gejala-gejala Corona,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Kabupaten Garut, Arafat El Jihad menuturkan, sejak tanggal 17 Maret 2020, saat mendengar kabar ada pejabat di Pemprov Jabar yang positif Covid-19, para pengurus HIPMI di seluruh Jawa Barat sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan mendata peserta Musda kemarin dan meminta untuk mengisolasi diri secara mandiri.

“Jadi sejak tanggal 17 Maret, kawan-kawan sudah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing meski kondisinya sehat,” ucapnya.

Arafat memperhitungkan, sejak pelaksanaan Musda tanggal 9 Maret lalu, sampai saat ini sebenarnya sudah lewat dari 14 hari. Semua kawan-kawan pengurus HIPMI di Garut kondisinya baik-baik saja. Namun untuk memastikan semuanya aman, pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah.

Arafat menambahkan, soal adanya orang-orang yang hadir dalam Musda HIPMI Jabar saat ini positif Corona, dari informasi yang diterimanya, mereka yang positif Corona setelah pelaksanaan Musda HIPMI sempat bepergian keluar negeri.

“Termasuk wakil walikota Bandung Kang Yana Mulyana,” ujarnya.

Menurut Arafat, jika memang ajang Musda HIPMI Jabar jadi tempat penyebaran virus Corona, maka yang paling beresiko tinggi adalah Ketua Umum HIPMI Jawa Barat terpilih yaitu Surya Batara. Namun pada kenyataannya dari hasil tes Covid-19 justru Surya negatif Corona.

“Ketum terpilih mobilitasnya sangat tinggi, tapi hasilnya (test) negatif, bersama ibu Celica (Bupati Karawang) juga sempat satu mobil saat gala dinner. Dengan Kang Yana (Wakil Walikota Bandung) juga berinteraksi erat,” katanya.

Arafat sendiri mengaku, dalam Musda tersebut dirinya adalah pimpinan sidang-sidang pleno yang secara langsung memiliki banyak interaksi dengan para pengurus lainnya dan Ketua Umum HIPMI Jabar terpilih. Namun sampai saat ini dirinya baik-baik saja.

“Yang positif Corona itu, kebanyakan tamu undangan yang setelah menghadiri Musda HIPMI ada riwayat perjalanan keluar negeri,” ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR