Ikhtiar Usir Covid-19, Wali Kota dan Pejabat di Solo Ambil Cara Spiritual dengan Gunduli Kepala

Nasional

Rabu, 25 Maret 2020 | 18:15 WIB

200325181552-ikhti.jpg

Tok Suwarto

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, bersama Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, dan puluhan pejabat Pemkot Solo melakukan aksi gundul massal untuk mengusir Covid-19, Rabu (25/3/2020).

PERANG melawan virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid 19) terus dilakukan Pemkot Solo. Bahkan langkah yang dilakukan tak cuma pencegahan penyebaran virus, seperti penyemprotan bangunan dan ruang publik, sosialisasi pola hidup bersih sehat (PHBS) dan sebagainya.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menginisiasi ikhtiar pengusiran Covid-19 lewat cara spiritual, yaitu dengan melakukan aksi gundul rambut secara massal di kalangan pejabat Pemkot Solo dan pimpinan DPRD.

Wali Kota Solo, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani, beserta puluhan pejabat di jajaran Pemkot Solo, maupun pimpinan DPRD, seusai rapat koordinasi (Rakor) dengan para kepala dinas dan Direksi RSUD "Bung Karno", Rabu (25/3/2020) siang, secara bergiliran menggundul rambut di halaman belakang rumah dinas Wali Kota Solo "Loji Gandrung".

Pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Solo, mengawali pangkas rambut dalam aksi gundul massal tersebut. Prosesi selanjutnya, para petinggi di jajaran Pemkot Solo dari para kepala dinas sampai para camat, serta pimpinan DPRD yang mengikuti Rakor di "Loji Gandrung", satu per satu memangkas rambut bergiliran.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo seusai pangkas menjelaskan, aksi menggunduli rambut secara massal itu, selain bertujuan sebagai ikhtiar mengusir virus Covid-19, juga diharapkan dapat menjernihkan pikiran. Di sisi lain, katanya, di balik prosesi gundul massal itu juga terkandung maksud memberi penyegaran kepada masyarakat, agar mereka yang banyak disuguhi berita tentang Covid-19 yang menakutkan bisa gembira.

"Cukur gundul ini sebagai simbol membersihkan kotoran yang menempel di tubuh. Semua pejabat laki-laki saya minta ikut cukur gundul. Orang Jawa bilang sebagai tolak bala,” tuturnya.

Dia melakukan ikhtiar pengusiran Covid-19 dengan cara gundul massal, karena dalam tradisi Jawa menggundul rambut merupakan simbol membuang sial. Dia menandaskan, dengan kepala gundul berarti pikiran kotor di kalangan pejabat yang menangani wabah Covid-19 dihilangkan.

"Namanya juga ikhtiar, berbagai cara kita lakukan. Orang boleh percaya boleh tidak. Tetapi saya sendiri punya Tuhan yang Maha Kuasa," sambungnya.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo seusai pangkas menyatakan, sepanjang usianya yang kini lebih 70 tahun dia baru dua kali memotong habis rambut kepalanya. Sebelumnya, Achmad Purnomo, menggundul rambut kepalanya saat menunaikan ibadah haji.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR