Mulai Hari Ini Hingga Sabtu (28/3/2020), Pasar Tradisional di KBB Disemprot Disinfektan

Bandung Raya

Rabu, 25 Maret 2020 | 18:10 WIB

200325181028-mulai.jpg

Dicky Mawardi

PENYEMPROTAN cairan disinfektan di sembilan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaksanakan secara maraton selama empat hari. Dimulai Rabu (25/3/2020) sampai Sabtu (28/3/2020).

Hari pertama dilakukan di Pasar Sindangkerta, Cililin dan Batujajar. Penyemprotan cairan disinfektan dilaksanakan serentak mulai pukul 15.00 sampai 16.00 WIB.

"Penyemprotan kami laksanakan setelah pasar sepi. Makanya kami mengambil waktu pukul 15.00 WIB," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi di Batujajar, Rabu (25/3/2020).

Untuk setiap pasar, lanjut Ricky disiapkan dua alat penyemprotan cairan disinfektan. Pada hari kedua, kegiatan pencegahan penyebaran virus corona berlokasi di Pasar Rajamandala.

Besoknya, sasaran penyemprotan Pasar Buah-Buahan Lembang. Pasar Cisarua. Dilanjutkan Jumat (27/3) Pasar Tagog Padalarang dan Pasar Curug Agung Padalarang.

"Untuk Pasar Panorama Lembang dilaksanakan Sabtu (28/3/2020). Diharapkan langkah Pemkab Bandung Barat ini bisa mencegah meluasnya wabah corona. Sasarannya pasar karena menjadi salah satu titik tempat berkumpulnya massa, " ujarnya.

Jumlah pedagang yang ada di sembilan pasar tradisional yang dikelola oleh Pemkab Bandung Barat tersebut sekitar 9.000 orang. Belum ditambah pembeli yang datang setiap hari dengan jumlah mencapai ribuan.

"Kami merencanakan dua kali lagi penyemprotan disinfektan, tapi minimalnya satu kali. Semua kita lihat dulu perkembangan dan situasi kasus corona. Tentunya semua berharap semua ini segera berlalu," tukasnya.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Batujajar, Mamat Rahmat mengatakan, langkah Disperindag Kabupaten Bandung Barat yang cepat melakukan penyemprotan cairan disinfektan merupakan langkah positif. Memberikan rasa tenang dan nyaman tidak hanya bagi para pedagang tapi juga pembeli.

"Terus terang sejak corona masuk ke Indonesia dan telah banyak memakan korban jiwa, para pedagang di Pasar Batujajar jadi tidak tenang. Apalagi, virus ini cepat menyerang di titik-titik keramaian," kata Mamat yang juga salah satu tokoh pedagang Pasar Batujajar ini.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR