Disinyalir Hina Kota Suci Mekah, Seorang Rapper Diburu Pemerintah Arab Saudi

Dunia

Rabu, 25 Maret 2020 | 10:09 WIB

200325100933-disin.jpg

KOTA Mekah adalah tempat yang dihormati dan disucikan, bahkan bukan saja oleh manusia di dunia tapi oleh Allah SWT Sang Maha Pencipta segala mahluk. Sejarah panjang sejak Nabi Adam hinnga Nabi akhir zaman, Muhammad SAW, telah membuktikan hal itu.

Itu sebabnya sangat wajar, jika ada orang yang coba menyinggung atau menghina kesucian Kota Mekah, akan mendapat reaksi keras khususnya dari kerajaan Arab Saudi yang disebut sebagai penjaga dua temat suci, yakni Mekah dan Madinah, khadimul haramain.

Dilaporkan seorang rapper wanita dalam sebuah video musik laguna, Bint Mecca atau Girl from Mecca, dinilai telah menghina kota Suci Mekah tersebut. Kini rapper tersebut tengah diburu pemerintah Saudi. Bahkan dikatakan, pejabat di Arab Saudi telah memerintahkan untuk menangkapnya. Lagu Bint Mecca, atau Girl from Mecca tersebut disinyalir menyinggung kesucian kota Mekah.

Dilansir dari Aljazeera, Senin (24/2/2020) dalam video tersebut, seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Ayasel Slay memperlihatkan kesombongannya karena berasal dari Mekah, rumah para umat Islam yang paling suci, Ka’bah.

Video yang diunggah ke channel You Tube milik Ayasel itu, dirinya ngerap di kafe ditemani grup dancernya. Namun, seperti dikutif okezone.com video tersebut telah dihapus sejak minggu lalu.

"Hanya seorang gadis Makkah yang kamu butuhkan, jangan membuatnya kesal, dia akan menyakitimu," kata Ayasel, menggambarkan bagaimana seorang wanita dari Mekah melebihi semua wanita Saudi lainnya dalam keindahan dan kekuatan.

"Dengan dia, kamu bisa melaksanakan sunnah (menikah). Hidupmu bersamanya akan menjadi surga," ujarnya dengan bangga.

Pada hari Kamis lalu, otoritas regional Mekah mengatakan bahwa gubernur setempat telah mengeluarkan perintah agar Ayasel dan tim produksi video dituntut.

"Pangeran Khalid bin Faisal dari Makkah telah memerintahkan penangkapan orang-orang yang bertanggungjawab atas lagu rap Bint Mecca, yang menyinggung kebiasaan dan tradisi masyarakat Mekah dan bertentangan dengan identitas dan tradisi penduduknya yang terhormat," katanya dalam sebuah cuitan di Twitter.

Reaksi keras
Lagu ini telah menarik reaksi keras dari media sosial, dengan nada rasial yang digunakan dalam tagar #You_Are_Not_Mecca's_Girls diarahkan pada gadis yang berasal dari Sudan, Afrika.

"Cukup kebobrokan ini," kata seorang pengguna, merujuk pada video. "Aku harap hukuman untuk wanita Afrika ini akan dipenjara lalu mendeportasinya kembali ke negaranya,"ujarnya.

"Deportasi langsung adalah jawabannya, selain meminta setiap orang asing yang mengaku berasal dari Mekah bertanggung jawab," kata salah seorang pengguna twitter.

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir menerapkan serangkaian reformasi sosial dan ekonomi, yang diperjuangkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), termasuk memberi perempuan hak untuk mengemudi dan membuka kerajaan konservatif untuk hiburan dan pariwisata.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR