Water Cannon dan Mobil Damkar Siap Hujankan Disinfektan di Sumedang

Daerah

Selasa, 24 Maret 2020 | 18:46 WIB

200324184015-water.jpg

DUA unit water cannon milik Polres Sumedang dan lima unit mobil damkar (pemadam kebakaran) telah disiapkan, untuk menghujankan disinfektan di 26 wilayah ibu kota kecamatan, di Sumedang.  

“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dua unit water cannon dari Polres Sumedang. Disamping tentunya lima unit mobil blanwir (damkar) yang kita punyai, untuk digunakan melakukan penyemprotan disinfektan, di seluruh ibu kota kecamatan di Sumedang. Penyemprotan disinfektan itu, merupakan bagian dari ikhtiar kami, untuk mencegah dan penyebaran virus corona (covid 19), khususnya di wilayah Sumedang,” kata Bupati Sumedang Dr.H.Dony Ahmad Munir, Selasa (14/3/2020).  

Namun demikian, perlu dipahami pula, jika seluruh upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah akan sedikit sekali manfaatnya, apabila tidak didukung dan disertai oleh perilaku masyarakat, yang mau mentaati seluruh imbauan yang diterbitkan oleh pemerintah.  

Untuk itu sambung Dony, melalui berbagai sumber daya yang ada, terus mengimbau masyarakat agar mau melaksanakan segala kebijakan pemerintah, guna pencegahan penyebaran covid 19 di Kabupaten Sumedang.  

Di antaranya melakukan social distancing secara disiplin atau menjaga jarak interaksi Sosial. Mendata dan melaporkan kepada kepala desa masing-masing setiap warga yang datang dari luar negeri, wilayah endemic atau yang masuk ke dalam zona merah (Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung), untuk dilakukan social distancing selama 14 hari.

“Yang tidak kalah pentingnya lagi, untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Seperti makan sayur dan buah, mencuci tangan dengan air mengalir, menggunakan masker apabila terdapat gejala sakit serta perilaku positif lainnya,” ujarnya.  

Sementara itu, situasi dan kondisi terkini penyebaran covid 19, Kabupaten Sumedang perlu terus diwaspadai. Berdasarkan data yang ada, di Sumedang terdapat kasus positif covid-19 berjumlah 1 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) Berisiko (orang yang datang dari wilayah yang terkonfirmasi covid-19) tapi tidak ada gejala sebanyak 1.702 orang. ODP bergejala sebanyak 126 orang.  

“Lonjakan ODP Beresiko terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan (yang paling banyak Kecamatan Cisarua, Cibugel, Jatinunggal, Ujungjaya, Tomo, Kec. Paseh) yang bermata pencaharian di Jakarta (luar kota) pulang kampung. Kepada mereka telah diimbau agar melakukan pemantauan secara mandiri dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada keluhan diantaranya: demam, batuk, sakit tenggorokan agar berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbuhnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR