Warga Karangnunggal Meninggal Diduga Corona, Pemkab Dinilai Lamban

Daerah

Selasa, 24 Maret 2020 | 18:39 WIB

200324183150-warga.jpg

ADANYA seorang warga Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya yang meninggal dan diduga akibat terpapar virus corona. Pemkab Tasikmalaya dinilai lamban dan tidak serius dalam menangani wabah Covid 19. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Asop Sopiudin, melalui telepon selularnya, Selasa (24/3/2020).

Dikatakannya, lambannya penanganan berdampak terhadap masyarakat yang sudah sangat resah dengan wabah tersebut menjadi lebih ketakutan. Pihaknya, kata Asop, selaku wakil rakyat meminta agar Pemerintah tidak diam saja. Apalagi korban sempat dirujuk sebelum meninggal di RSUD SMC Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (24/3/2020) dini hari. Pemerintah harus segera melakukan tindakan pemeriksaan petugas maupun warga yang kontak dengan korban. Agar bisa diantisipasi penyebarannya.

"Semestinya secepatnya melakukan tindakan penanganan. Bahkan jauh-jauh hari. Pembentukan satuan gugus tugas penanganan corona saja masih proses ketika mencoba konfirmasi ke eksekutif jawabannya malah saling lempar," katanya.

Diungkapkan Asop, sampai sejauh ini belum terdengar upaya yang dilakukan Pemkab Tasikmalaya secara masif dalam sosialisasi hingga penanganan wabah corona. Bahkan, informasi valid terkait kondisi penyebaran corona di Kabupaten Tasikmalaya, seakan disembunyikan dengan berbagai alasan.

Asop merasa heran dengan lambannya upaya pencegahan corona di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Padahal, pemerintah pusat terus bergerak cepat dengan berbagai upaya termasuk pengalihan penggunaan beberapa pos alokasi anggaran.

"Misalkan suport anggarannya selama ini seperti apa. Ini sekarang seperti tidak ada kesepahaman teknis di lapangan. Bupati Tasikmalaya harus segera lakukan langkah strategis. Jangan main-main, karena ini berkaitan dengan nyawa rakyat," ujarnya.

Dikatakan politisi PPP tersebut, pihaknya menilai tak ada lagi alasan saat ini bagi Pemkab Tasikmalaya, karena masalah tidak adanya anggaran.

Sampai saat ini beberapa peraturan menteri mulai Kementerian Keuangan sampai Kementerian Dalam Negeri telah menurunkan peraturan membolehkan memakai anggaran yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Maka sangat wajar ketika masyarakat merasakan kesersahannya saat mendengar dan tersebar informasi ada pasien diduga virus corona yang meninggal di RS SMC Singaparna, kemudian dikuburkan tidak sesuai protokoler yang telah ditetapkan.

"Kami harap Pemkab segera melakukan tindakan," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR